Mengapa Timnas Rusia Diprediksi Gagal pada Piala Dunia 2018?

20 Agustus 2016 Alexei Mosko, RBTH
Tim sepak bola nasional Rusia menggoreskan performa yang buruk pada Euro 2016. Terbilang sulit untuk melakukan perubahan besar dalam waktu dua tahun menjelang Piala Dunia.
Russian fans after the UEFA Euro 2016
Dua orang suporter timnas Rusia setelah pertandingan babak penyisihan grup antara Rusia dan Wales pada Euro 2016. Sumber: Vladimir Pesnya / RIA Novosti

Gagal di Euro 2016

Meski masyarakat mencela kegagalan Rusia dalam Euro 2016, pemerintah tak mengambil langkah sistematis untuk memperbaiki situasi tim nasional. Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko mengaitkan buruknya performa tim dengan kekurangan jumlah pemain. 

Sementara, pengunduran diri pelatih utama Leonid Slutsky menciptakan kekacauan taktik dan memicu cedera di kalangan pemain utama. Apalagi, perhatian publik tak hanya fokus pada masalah tim nasional, melainkan pada tingkah ‘tak pantas’ dua pemain, Alexander Kokorin dan Pavel Mamaev, yang setelah turnamen menghamburkan uang sebesar 250 ribu euro dengan menggelar pesta sampanye di sebuah klub di Monte Carlo.

Alexander Kokorin (kanan). Sumber: Vitaliy Belousov / RIA NovostiAlexander Kokorin (kanan). Sumber: Vitaliy Belousov / RIA Novosti

Video skandal yang menampilkan pesepak bola jutawan tersebut tersebut bocor ke internet, memicu kemarahan publik

Pavel Mamayev. Sumber: Vitaliy Belousov / RIA NovostiPavel Mamayev. Sumber: Vitaliy Belousov / RIA Novosti

Rusia Benci Timnasnya Sendiri

Contoh solusi sederhana tersebut ialah petisi untuk membubarkan tim nasional Rusia, yang telah ditandatangai oleh hampir satu juta pengguna internet.

Namun kemarahan tersebut tak menghasilkan apa-apa karena setelah turnamen utama tim nasional memang selalu dibubarkan dan kemudian dibentuk kembali dengan pelatih baru.

Apa yang Bisa Menyelamatkan Tim Nasional Rusia pada 2018?

Pertama dan yang terutama adalah pelatih. Pelatih utama tim nasional Rusia saat ini, Stanislav Cherchesov, dikenal akan metode kerasnya dalam menangani pemain. Di Rusia, banyak pihak yang melihat ini sebagai keuntungan. Ada pandangan bahwa pemain bola Rusia hanya paham metode ‘cambuk’.

Di saat yang sama, Cherchesov, mantan kiper tim nasional Rusia, sukses melatih di Eropa. Pada musim lalui ia memeangkan Liga Polandia bersama Legia Warsaw.

Stanislav Cherchesov. Sumber: Alexey Vitvitsky / RIA NovostiStanislav Cherchesov. Sumber: Alexey Vitvitsky / RIA Novosti

Sehingga, tangan besi dengan talenta melatih akan membantu Cherchesov mempertahankan hasil berumur pendek, tapi bisa diterima oleh para penggemar Rusia di Piala Dunia.

Kedua, timnas butuh kesempatan. Bahkan jika tak ada perubahan besar dalam sepak bola Rusia, tim nasional masih bisa tampil baik berkat situasi yang mendukung. Dalam sepak bola, di mana rata-rata 1 – 2 gol dicetak per pertandingan, kesempatan berperan besar. Dan dukungan dari penggemar tuan rumah dapat menciptakan keajaiban.

Khususnya karena kondisi awal tim Rusia terbilang bagus. Menjadi tuan rumah, Rusia tak perlu melakukan pertandingan kualifiasi dan akan ditaruh pada gawang pertama dalam pertandingan, yang berhadapan dengan pesaing lemah di grupnya.

 
+
Ikuti kami di Facebook