Belum Lama Didiskualifikasi, Sharapova Akan Kembali ke Lapangan

11 Oktober 2016 Alexei Mosko, RBTH
Pengacara Maria Sharapova berhasil mengurangi vonis yang dijatuhkan pada sang bintang tenis Rusia. Lantas, bagaimana dengan peringkat Sharapova pada Asosiasi Tenis Wanita (WTA) dan apakah sponsor-sponsor terdahulu Sharapova akan kembali padanya?
Sharapova speaks to the media announcing a failed drug test
Maria Sharapova berbicara pada awak media selama sesi konferensi pers yang mengonfirmasi bahwa sang petenis Rusia telah gagal dalam tes doping setelah turnamen Australia Terbuka, di LA Hotel Downtown, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Selasa (8/3). Sumber: Reuters

CAS Akui ‘Kesalahan Kecil’ Sharapova

Kata-kata “tidak ada kesalahan yang signifikan” muncul dalam keputusan Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) pada kasus Sharapova sejak 4 Oktober lalu. Atas dasar tersebut, pengadilan menetapkan pemotongan sanksi bagi bintang tenis Rusia Maria Sharapova dari 24 menjadi 15 bulan.

Hal tersebut juga telah diupayakan oleh para pengacara Sharapova. Mereka mengajukan banding terhadap putusan awal Federasi Tenis Internasional (ITF) yang memvonis Sharapova atas penggunaan obat mildronat berbahan aktif zat meldonium, yang dikategorikan oleh World Anti-Doping Agency (WADA) sebagai zat terlarang sejak 1 Januari 2016.

CAS mengakui bahwa Sharapova belum menerima peringatan apa pun baik dari ITF, WADA, maupun WTA, mengenai perubahan status meldonium. Karena itulah, CAS menarik sebagian kesalahannya karena melanggar aturan antidoping. 

Pada 8 Maret 2015, sang atlet menyatakan bahwa ia tidak mengetahui bahwa meldonium — zat yang selama bertahun-tahun telah ia konsumsi melalui resep dokter — dimasukkan ke dalam kategori zat yang dilarang sejak 2016.

Lebih lanjut, pengacara Sharapova John Haggery menilai vonis yang diberikan CAS terlalu keras. “Sistem yang ada saat ini cacat karena peraturan mengharuskan penangguhan selama 15 bulan atas kesalahan yang tak disengaja,” kata sang pengacara, seperti yang dikutip BBC.

‘Wildcard’Tak Terbatas untuk Sharapova

Petenis Rusia Maria Sharapova memeluk trofi setelah mengalahkan Simona Halep dari Rumania pada final turnamen tenis Prancis Terbuka di stadion Roland Garros, Paris, Prancis. Sumber: APPetenis Rusia Maria Sharapova memeluk trofi setelah mengalahkan Simona Halep dari Rumania pada final turnamen tenis Prancis Terbuka di stadion Roland Garros, Paris, Prancis. Sumber: AP

Sharapova dapat kembali ke lapangan pada 26 April. Turnamen Pertandingan Akbar (Grand Slam) pertamanya kemungkinan adalah Roland Garros (Prancis Terbuka). Selanjutnya, Sharapova akan dibiarkan menjadi pemain cadangan dengan waktu latihan selama empat minggu untuk mempersiapkan diri berlaga pada turnamen di Paris.

Masalah-masalah yang tengah dihadapi Sharapova membawanya jatuh pada peringkat bawah. Pada saat berakhirnya masa diskualifikasi, ia akan berada jauh dari seratus pertama pemain tenis terbaik dunia.

Namun, prestasinya di masa lalu memberikan Sharapova hak atas wildcard yang tak terbatas. Wildcard adalah hak istimewa bagi pemain tenis yang pernah memenangkan setidaknya satu turnamen Pertandingan Akbar atau Kejuaraan WTA. Sharapova adalah satu di antara sepuluh atlet tenis yang memiliki "karir Grand Slam" — diberikan pada pemain yang berhasil menjuarai keempat gelar di seluruh turnamen Pertandingan Akbar dalam satu tahun — bersama dengan petenis legendaris Steffi Graf, Martina Naratilova, dan Serena Williams.

“Dengan langsung terjun ke Roland Garros, Sharapova tampaknya akan sulit untuk kembali mencapai performa terbaiknya, ini akibat istirahat yang berkepanjangan,” kata semifinalis Amerika Terbuka 2007 Anna Chakvetadze berpendapat. “Tetapi ada banyak kemungkinan. Beberapa atlet setelah keluar dari masa istirahat panjangnya bisa saja kembali dan langsung memenangkan turnamen. Maria bisa saja kembali ke jajaran sepuluh pemain terbaik,” kata Chakvetadze, seperti yang dikutip oleh R-Sport

Rugi Jutaan Dolar AS

Bintang tenis Rusia Maria Sharapova berpose untuk foto dalam acara peluncuran Sugarpova, produk aneka permen terbarunya di toko Selfridges di pusat kota London. Sumber: APBintang tenis Rusia Maria Sharapova berpose untuk foto dalam acara peluncuran Sugarpova, produk aneka permen terbarunya di toko Selfridges di pusat kota London. Sumber: AP

Pada 2015, Forbes memperkirakan pendapatan Sharapova per tahun senilai 6,7 juta dolar AS (hampir 87 miliar rupiah). Jika saja Sharapova tidak didiskualifikasi, Sharapova bisa mendapatkan penghasilan yang sama pada 2016. Ketika mencapai final Australia Open, ia mampu mengantongi 1,4 juta dolar AS. Namun, akibat skandal doping, sang atlet harus mengembalikan hadiahnya.

Namun demikian, sebagian besar kekayaan Sharapova diketahui tak ia dapatkan dari lapangan tenis, melainkan melalui iklan. Forbes memperkirakan pemasukan Sharapova dari pihak sponsor adalah senilai 23 juta dolar AS (sekitar 298 miliar rupiah). Akibat masa diskualifikasinya, Sharapova juga terancam kehilangan kontrak-kontrak iklannya.

Lebih lanjut, Sharapova yang total kekayaannya diperkirakan senilai 260 juta dolar AS (sekitar 3,3 triliun rupiah) dapat mengompensasi kehilangan kekuntungannya dari bisnis pribadinya. Selain pemasukan dari perusahaan permen Sugarpova yang ia miliki, pada bulan September lalu, Sharapova juga membeli saham segala promosi bergengsi pada seni bela diri campuran UFC.

Melanjutkan Kerja Sama dengan Nike dan Head

Maria Sharapova berpose di sebelah mobil Boxster Porsche saat ia mengunjungi Taste Festival di Grand Palais di Paris, Prancis. Sumber: ReutersMaria Sharapova berpose di sebelah mobil Boxster Porsche saat ia mengunjungi Taste Festival di Grand Palais di Paris, Prancis. Sumber: Reuters

Setelah melewati masa diskualifikasinya, banyak sponsor Sharapova yang berkeinginan untuk kembali ke Maria Sharapova. Sebagai contoh, ada kelanjutan kerja sama dengan merek besar, seperti NIKE, demikian dilaporkan kantor berita TASS, mengutip layanan pers NIKE. Posisi yang sama juga dipertahankan oleh produsen peralatan tenis Head. Akun Twitter resmi perusahaan itu sempat mengucapkan selamat kepada Sharapova atas pemotongan masa diskualifikasinya.

Keinginan untuk bekerja sama dengan sang atlet juga dinyatakan oleh produsen mobil asal Jerman Porsche. Pada saat yang sama, merek jam tangan asal Swiss TAG Heuer memutuskan untuk tidak memperbarui hubungan kerja sama dengan Sharapova.

+
Ikuti kami di Facebook