Tak Selalu Menggigil: Empat Kota Terpanas di Rusia

Dingin, mungkin itulah sinonim bagi Rusia di benak Anda. Namun ternyata, ada beberapa kota di Rusia yang sama panasnya dengan kota-kota di Indonesia. Mereka bahkan jarang melihat salju di musim dingin. Berikut empat kota terpanas di Rusia.
Sea port of Sochi in the warm summer night, a view from the sea
Pemandangan laut dari Pelabuhan Sochi di malam musim panas yang hangat. Sumber: Shutterstock/Legion-Media

1. Sochi

Sumber: Lori/Legion-MediaSumber: Lori/Legion-Media

Krasnodarskiy krai yang terletak di sebelah selatan Rusia merupakan tuan rumah bagi area resor terkenal Rusia, seperti Sochi, Anapa, dan Gelendzhik, sekaligus wilayah paling gerah di Rusia. Di musim panas, suhu udara Sochi tak jarang mencapai 39 derajat Celcius — sebuah fakta mengejutkan mengingat kota ini merupakan tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2014.

Sumber: Lori/Legion-MediaSumber: Lori/Legion-Media

Sochi mengalami transformasi habis-habisan menjelang kompetisi olahraga kelas dunia tersebut, dari area resor bergaya Soviet yang sederhana dengan kios-kios kebab dan bar karaoke di tiap sudut, menjadi kota metropolis tertata rapi dengan kafe, bar, dan butik-butik cantik.

Namun, program modernisasi Olimpiade tak menghapus aura tradisional nan santai di resor selatan ini. Di Sochi, Anda akan melihat para perempuan mengenakan jaket bulu mereka di suhu 10 derajat Celcius, karena “Kapan lagi saya bisa mengenakan ini?”. Anda juga bisa menikmati sebatang churchkhela lengket — sebuah permen tradisional Georgia yang terbuat dari kacang bersusun seperti satai dan dilapisi sirup anggur kental — sambil berjemur di pantai.

Aroma kebab tercium di udara. Alunan chanson, ‘dangdut’ versi Rusia, terdengar di sudut-sudut kota, ditujukan bagi masyarakat kelas bawah karena musik chanson Rusia bukan jenis musik yang bisa dinikmati semua orang. Jika Anda ingin mengenal Sochi lebih jauh, Anda bisa melihat The Sochi Project karya Rob Hornstra, juara pertama Lomba Foto World Press di kategori sejarah, yang menuturkan aura Sochi dengan jelas lewat jepretan lensa kameranya.

2. Astrakhan

Sumber: Maxim Korotchenko/TASSSumber: Maxim Korotchenko/TASS

Rumah bagi semangka Rusia — mungkin itulah julukan yang cocok bagi Astrakhan. Cocok-tanam semangka memang populer di berbagai wilayah Rusia, bahkan di kalangan suku Evenk Siberia. Namun, Astrakhan yang memiliki suhu musim panas rata-rata 25 derajat Celcius menghasilkan semangka terbaik di negeri ini, dengan perkebunan semangka terluas di Rusia. Jika Anda ingin mencicipi buah semangka merah dan manis dari wilayah ini, sebaiknya Anda datang pada bulan Agustus, bertepatan dengan digelarnya Festival Semangka Rusia. Di sana, Anda bisa mencicipi berbagai jenis semangka, termasuk semangka ‘bulan’ kuning kebanggaan para petani lokal.

Sumber: Shutterstock/Legion-MediaSumber: Shutterstock/Legion-Media

Selain itu, para wisatawan juga akan dimanjakan oleh keindahan Sungai Volga yang menyatu dengan Laut Kaspia. Saat berkunjung ke sini, Anda bisa menyewa kapal dari penduduk setempat atau memesan paket tur memancing di Sungai Volga dari agen pariwisata setempat. 

Soal makanan, Anda harus mencoba volba, salah satu spesies ikan cyprinid khas Kaspia, serta ikan segar dari Volga yang bisa dibeli di pasar ikan Selenskiye Isady.

Jangan lupa, kunjungi pula Kremlin Astrakhan, benteng kuno dari masa kejayaan Ivan yang Mengerikan di abad ke-16. 

3. Yevpatoria

Sumber: Alamy/Legion-MediaSumber: Alamy/Legion-Media

Siapa bilang Yalta dan Sevastovol kota terpanas di Krimea? Di Yevpatoria, suhu udara bisa mencapai 41 derajat Celcius pada musim panas. Kota yang dihuni 100 ribu penduduk ini merupakan salah satu tujuan wisata menarik, tak hanya bagi mereka yang ingin menggelapkan kulit di pinggir pantai, tapi juga para pecinta sejarah dan bangunan-bagunan eksentrik.

Sumber: Alexey Pavlishak/TASSSumber: Alexey Pavlishak/TASS

Area kota tua Yevpatoria yang tenang dan nyaman dulu dihuni oleh Karaites, kaum Yahudi Krimea. Di sini, Anda dengan mudah menemukan rumah-rumah ibadah mungil yang biasa disebut kenasas. Ada pula Kafe Karaman yang menyajikan hidangan tradisional Karaite, seperti pastel daging yantyk yang terbuat dari adonan lembut dan pangsit khomur-dolma berukuran super-mini yang kabarnya dulu dicetak menggunakan cincin kawin oleh para perempuan Karaite.

Saat berjalan-jalan keliling kota, Anda juga bisa mengunjungi masjid Juma Jami, Gereja Yunani Nabi Elias dengan jendela kaca patrinya yang cantik, atau pemandian kuno Turki satu-satunya di Krimea.

4. Makhachkala

Sumber: Viacheslav Prokofiev/TASSSumber: Viacheslav Prokofiev/TASS

Ibu kota Republik Dagestan ini juga dinobatkan sebagai salah satu kota terpanas di Rusia, dengan suhu mencapai 38 derajat Celcius di musim panas. Anda bisa menikmati sore hangat yang panjang, berjalan-jalan ke mercusuar tua di bukit yang dikelilingi gang-gang sempit bergaya timur dan rumah-rumah beratap rendah. Atau, Anda bisa menikmati siang dengan duduk di pantai berpasir sambil memandangi Laut Kaspia.

Sumber: Dmitry Rogulin/TASSSumber: Dmitry Rogulin/TASS

Alternatif lain — bahkan yang lebih baik lagi — Anda bisa membeli sebotol cognac atau anggur Dagestani yang terkenal, lalu menikmatinya di Gunung Tarki-Tau yang tersohor menyajikan panorama terbaik Makhachkala dan Laut Kaspia. Permukiman Tarki yang kini hanya dihuni tak lebih dari seribu penduduk ini dulunya pernah menjadi bagian dari Jalur Sutra.

Sementara, berdasarkan laporan Weather.com, suhu pada musim dingin di Oymyakon, Rusia, rata-rata mencapai -50 derajat Celcius. Desa ini pada umumnya dianggap sebagai daerah terpencil dan terdingin di dunia yang berpenghuni. Oymyakon berjarak sekitar 9.000 kilometer dari timur Moskow.

 
+
Ikuti kami di Facebook