Rusia: Dari Negara Mewah ke Negara Murah

Penurunan tajam mata uang rubel tahun lalu mengakibatkan kegiatan berbelanja di Rusia menjadi sangat menguntungkan bagi wisatawan asing: harga iPhone, sejumlah merek mewah, bahkan mobil yang lebih murah.
Shoppers TsUM.
Sekitar 80 hingga 85 persen dari total pembeli asing merupakan pembeli yang berasal dari negara-negara di Asia. Sumber: Vladimir Astapkovich/RIA Novosti

Pada bulan Februari lalu, media CNN Money merilis peringkat harga iPhone 6S di beberapa negara dunia. Ternyata, Rusia hadir sebagai salah satu negara termurah untuk membeli produk Apple. Berdasarkan data yang dirilis situs iPhoneHacks.com pada Mei 2016, harga iPhone 6S di Rusia turun dari 932 dolar AS pada 2015 menjadi 695 dolar AS pada 2016. Indonesia, di sisi lain, ternyata termasuk dalam kategori negara dengan harga jual iPhone 6S nomor dua tertinggi, dengan harga 865 dolar AS pada 2016.

Namun demikian, telepon genggam hanyalah sebagian kecil dari tren yang sedang berkembang.

Akomodasi Mewah dengan Biaya Murah

Baru dua tahun yang lalu, menurut penelitian oleh Mercer Group, Moskow muncul menjadi salah satu kota termahal untuk wisatawan asing. Namun pada tahun lalu, Moskow terguling hingga ke posisi ke-50. 

Kini, hampir setiap wisatawan asing dapat tinggal di hotel dengan pemandangan indah Kremlin. Hotel kelas premium menjadi dua kali lebih murah dalam dolar AS. Di Rusia, Anda bisa datang dengan diskon musiman hingga 40 persen. Akibatnya, pada bulan Maret lalu, hotel berbintang lima dapat ditinggali cukup dengan merogoh kocek 120 dolar AS per malam, sedangkan untuk hotel berbintang empat, cukup dengan biaya 70 hingga 80 dolar AS saja.

Surga bagi ‘Shopaholic’

Pada 2015, sekitar 13 persen dari penjualan barang bermerek mewah di Rusia dibeli oleh orang asing. Demikian hal ini disampaikan Direktur Umum Y-consulting Daria Yadernaya yang juga merupakan seorang ahli di pasar fashion-retail. Tas, sepatu, dan pakaian adalah barang-barang yang paling populer dibeli.

Wisatawan asal Tiongkok, Taiwan, dan Korea mendominasi jumlah pembeli. Sekitar 80 hingga 85 persen dari total pembeli asing merupakan pembeli yang berasal dari negara-negara di Asia.

Permintaan yang tinggi dari Asia ini disebabkan oleh harga: perbedaan harga di Tiongkok dan Rusia dapat mencapai 70 persen. Dibandingkan dengan Uni Eropa, barang-barang bermerek di Rusia lebih murah 10 persen. Merek yang paling diminati oleh pembeli asing adalah Chanel, Hermes, Dior, Valentino, Louis Vuitton, dan merek-merek konseptual muda, seperti N21 dan Vetements.

Tingginya pembeli dari negara-negara Asia dikonfirmasi oleh salah seorang narasumber di Louis Vuitton kepada RBTH. “Permintaan di antara pembeli yang berasal dari Eropa lebih rendah, dan biasanya mereka membeli hanya ketika euro mencapai nilai maksimum, sehingga hal ini akan lebih menguntungkan mereka,” kata sang narasumber. Misalnya, ketika nilai tukar euro melewati 80 rubel, permintaan pembeli asing akan meningkat sebesar 25 hingga 30 persen. Jika mata uang Eropa jatuh, permintaan tidak akan lebih dari 10 persen.

Tren Baru: Berburu Kosmetik

Tren baru lainnya yang muncul pada 2015 adalah pemburuan kosmetik. “Pembelian terbesar yang pernah kami terima berasal dari seorang warga Vietnam. Ia membeli sejumlah kosmetik dengan total harga 1,5 juta rubel,” kata Direktur Umum distributor kosmetik online CityNature.ru Mikhail Pesterev. Menurut Pesterev, banyak orang yang membeli kosmetik-kosmetik buatan Rusia tidak hanya untuk penggunaan pribadi, tetapi juga untuk dijual kembali.

“Sebelumnya, kosmetik Rusia yang berkualitas tinggi dibanderol dengan harga 8 dolar AS per botol kemasan (tube), tapi kini, setelah jatuhnya nilai tukar rubel, harganya merosot menjadi 4,5 dolar AS. Di negara asalnya, mereka akan menjual kembali dengan harga 10 dolar AS, harga tersebut dikenakan atas perhitungan pengiriman dan biaya-biaya lainnya,” kata Pesterev.

Meningkatnya jumlah pembeli asing dapat dilihat pada merek kosmetik Rusia yang paling populer:  Natura Siberica, Love 2 Mix, dan Teana. Produk-produk mereka sering dibeli oleh wisatawan dari Asia Tenggara dan Asia Tengah. “Biasanya, wisatawan asing membeli krim kosmetik untuk mencerahkan kulit,” kata sang ahli menambahkan.

Negara Asal Pembeli

Arus utama wisatawan berasal dari Asia Tenggara, terutama dari Tiongkok (sebesar 60 persen pada 2015). Rusia telah memberlakukan ketentuan bebas visa bagi pemegang paspor Tiongkok, mereka terbentuk ke dalam kelompok-kelompok tur yang masuk melewati Vladivostok.

Selain itu, terjadi peningkatan jumlah wisatawan dari India, Korea Selatan, Iran, dan Israel. Pada awal tahun ini (Februari 2016), penyedia jasa Momondo mencatat adanya pertumbuhan jumlah pemesanan tiket dari Jerman, Amerika Serikat, Denmark, Norwegia, Israel, dan Inggris.

Selain Moskow dan Sankt Peterburg, Kazan dan Nizhny Novgorod juga merupakan tujuan paling populer. Vladivostok sangat populer di antara kalangan turis asal Tiongkok.

 
+
Ikuti kami di Facebook