Soviet Union in photos husky8 Russian Dance "Summer" Kamchatka wild beauty Salekhard Tatars Polar nights Polar day Murmansk 4 after
Bagaimana Kehidupan di Satu-satunya Kota di Lingkar Arktik? Bagaimana Orang Rusia Hidup Tanpa Matahari Selama 40 Hari Berturut-turut?

‘Madonna Tatar’: Menyelamatkan Identitas Kesukuan dari Gerusan Budaya Kota

Fotografer Rusia Sergey Poteryaev mengeksplorasi kebudayaan Tatar, salah satu kelompok etnis terbesar di Rusia.
Oleh Ksenia Isaeva, RBTH
Tatars
Gulir ke bawah untuk melihat lebih banyak

SERGEY POTERYAEV

Di kota modern, sering kali karakteristik visual masyarakat dari kelompok etnis tertentu akhirnya terhapus karena “beradaptasi“ dengan gaya kota. Namun sebenarnya, karakteristik etnis dan budaya adalah hal yang sangat penting. Fotografer Rusia Sergey Poteryaev mengeksplorasi kebudayaan Tatar, salah satu kelompok etnis terbesar di Rusia. / Ksusha (25), pembantu rumah tangga. “Di daerah Ural, semuanya rumit. Di beberapa desa, penduduk setempat berpendapat apakah mereka sebenarnya orang-orang Tatar atau Bashkir. Saya orang Bashkir karena mengikuti ibu saya, sedangkan ayah saya adalah orang Rusia.”
Tatars

SERGEY POTERYAEV

Selain mengambil foto beberapa perempuan Tatar, Poteryaev juga meminta mereka untuk menjelaskan apa makna menjadi seorang Tatar yang tinggal di sebuah kota besar di Rusia. Tatar adalah kelompok etnis yang tinggal di sebagian besar wilayah Rusia tengah, terutama di Republik Tatarstan. Mayoritas orang Tatar adalah muslim. Sebagian besar masyarakat Tatar berbicara dengan bahasa Rusia dan bahasa Tatar, yang merupakan bahasa asli mereka. / Guzel (25), insinyur. “Saya dari keluarga Tatar dan saya berbicara bahasa Tatar, terutama ketika kami sedang berkumpul bersama.”
Tatars

SERGEY POTERYAEV

Namun, sayangnya banyak dari mereka yang tak pernah lagi mengenakan pakaian tradisional, tak bisa berbicara bahasa Tatar, dan tidak memasak makanan tradisional. / Irina (25) tenaga medis. “Saya tidak ingat bahasa Tatar dan tidak berbicara dengan bahasa itu. Saat masa kecil, saya bisa memahami bahasa itu dan berbicara sedikit dengan bahasa Tatar.”
Tatars

SERGEY POTERYAEV

Meskipun kehidupan di sebuah kota modern dan menikah dengan seorang pria dari suku dan agama lain membuat identitas kesukuan menjadi kurang penting, hal itu tak lantas menghapus identitas nasional seseorang. Sekalipun identitas kesukuan tak dinyatakan secara lahiriah, hal itu tetap menjadi bagian penting dari kepribadian seseorang. / Venera (34), pengarah gaya. “Saya menikah dengan seorang pria Tatar, tetapi (pernikahan itu) tidak berjalan dengan baik.”
Tatars

SERGEY POTERYAEV

Dengan difoto dari balik renda gorden yang menyerupai kerudung pengantin, perempuan-perempuan Tatar ini memancarkan pesona tradisi budayanya yang kini tak banyak ditemui. Dalam foto ini, sang perempuan digambarkan sebagai “Madonna Tatar“. / Oxana (23), guru sekolah seni. “Nenek saya adalah seorang Tatar. Saya pribadi selalu menganggap diri saya sebagai orang Rusia, tapi saya sering kali dipanggil orang ‘Timur’. Rambut saya sebenarnya berwarna pirang, tapi saya sering mewarnainya menjadi hitam. Mungkin tanpa sadar, saya justru menegaskan akar ‘Ketimuran’ saya.”
Tatars

SERGEY POTERYAEV

Dinara (28), pembantu rumah tangga. “Saya hampir seratus persen orang Tatar, tapi saya tidak mengerti bahasa Tatar.”
Tatars

SERGEY POTERYAEV

Fausia (18), ekonom. “Suami saya adalah orang Rusia, sedangkan saya orang Tatar. Meskipun suami saya beragama Kristen Ortodoks, saya masih pergi ke masjid.”
Tatars

SERGEY POTERYAEV

Sveta (28), menganggur. “Nenek saya adalah seorang yang taat beragama. Dia sering kali membawa saya ke masjid bersamanya, tapi itu tidak terlalu berpengaruh bagi saya. Saya tidak begitu dekat dengan Islam.”
Tatars

SERGEY POTERYAEV

Elena (31), pekerja sosial. “Keluarga saya berasimilasi dan telah kehilangan tradisinya.”
Tatars

SERGEY POTERYAEV

Oxana (24), mahasiswa. “Suami saya adalah orang Rusia, tapi dia tidak keberatan melaksanakan upacara penikahan dengan adat tradisional Tatar yang dikenal sebagai ‘nikah’.”
7 Oktober 2016
Tags: budaya, tradisi, wanita, islam, tatarstan, suku Rusia

Baca lebih lanjut

+
Ikuti kami di Facebook