Politikus Jerman: Kemenangan Trump Cegah Perang Dunia III

11 November 2016 Fauzan Al-Rasyid, RBTH Indonesia
Kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden AS mengejutkan banyak politisi Eropa dan ahli media. Namun demikian, hal ini justru diyakini sebagai sinyal positif karena menjauhkan dunia dari bahaya Perang Dunia III.
Donald Trump
Presiden AS terpilih Donald Trump bersama istri dan para pendukungnya. Sumber: Reuters

Kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden AS mengejutkan banyak politisi Eropa dan ahli media. Namun, menurut Willy Wimmer, mantan Parliamentary State Secretary di Kementerian Pertahanan Jerman, jika Hillary Clinton yang terpilih sebagai presiden, dunia justru berada di ambang Perang Dunia III.

"Kemenangan Donald Trump telah mencegah konflik global," kata Wimmer yang juga merupakan seorang politikus terkemuka dari Partai Demokratik Kristen (CDU) kepada Sputnik Deutschand, Rabu (9/11).

"Saya merasa sangat lega — tidak seperti sebelumnya — karena pagi ini saya merasa bahwa hasil pilpres AS telah menyelamatkan kita dari perang besar. Saya percaya bahwa presiden Amerika yang baru — tidak seperti lawannya — siap untuk kerja sama yang saling menguntungkan dan dapat dipercaya dengan negara-negara lain di dunia. Ini memberi saya harapan," kata Wimmer menekankan.

Menurut Wimmer, Berlin sebelumnya tidak mempertimbangkan kepentingan nasional Jerman ketika mengekspresikan sikapnya terhadap calon presiden AS.

"Saya pikir presiden republik federal, kanselir federal, dan khususnya, menteri luar negeri, sama sekali tidak memperhitungkan kepentingan rakyat Jerman. Dengan memberikan dukungan sepihak pada salah satu calon dan komentar ofensif terhadap calon yang lain, mereka justru telah membahayakan rakyat Jerman. Ini adalah intervensi yang tak bisa diterima dalam urusan internal negara lain, dan setelah kampanye pemilu berakhir, ini bisa menjadi bumerang bagi rakyat mereka sendiri," katanya menjelaskan.

Wimmer percaya bahwa Trump akan mengembalikan hubungan kekuasaan besar yang "klasik" dengan negara-negara lain, terutama dengan Federasi Rusia.

Adapun terkait NATO, Wimmer berpendapat bahwa aliansi itu telah menjadi ancaman bagi perdamaian dunia. Menurutnya, NATO telah berubah dari aliansi pertahanan menjadi "mesin serangan."

"Jika presiden Amerika yang baru menyadari hal ini, saya akan merasa lebih nyaman daripada apa yang saya lakukan hari ini sambil memikirkan NATO," terang sang politikus Jerman.


Penggemar Putin itu bernama Donald Trump

Dia merasa cocok dengan Putin

Dan ingin seperti Putin

Trump senang dipuji Putin

Dia menganggap Putin sebagai pemimpin yang kuat

Trump mau bekerja sama dengan Rusia melawan ISIS

+
Ikuti kami di Facebook