Kremlin: Trump Bisa Menjauhkan NATO dari Perbatasan Rusia

12 November 2016 Fauzan Al-Rasyid, RBTH Indonesia
Kremlin menganggap terpilihnya Donald Trump dapat memperlambat penyebaran NATO di sekitar perbatasan Rusia.
Presidential press secretary Dmitry Peskov said that in view of the good relations between Moscow and Athens, Russia is willing to offer support to the Greek economy. Source: Reuters
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov. Sumber: Reuters

Presiden AS terpilih Donald Trump bisa meyakinkan NATO untuk memperlambat ekspansi atau bahkan menarik pasukannya dari perbatasan Rusia, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov meyakini, seperti yang dikutip Sputnik.

Ini "akan menyebabkan semacam pengenduran di Eropa," kata Peskov kepad kanto berita AP dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Jumat (11/11).

Menurut sang pejabat Kremlin, Rusia melihat "otot-otot NATO semakin besar dan terus mendekat ke perbatasan Rusia".

Sebelumnya, NATO dilaporkan akan menempatkan ratusan ribu tentara dalam kondisi siaga tinggi menyusul semakin menegangnya hubungan aliansi tersebut dengan Rusia. Rencana ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam wawancara dengan media The Times, Senin (7/11).

Sang pemimpin NATO tak menyebut angka pasti, tapi Perwakilan Tetap Inggris untuk NATO Adam Thomson mengatakan bahwa langkah ini akan melibatkan sekitar 300 ribu tentara. Penyiagaan pasukan NATO, terang Thomson, bertujuan mempercepat respons jika terjadi serangan. 

Menanggapi aksi tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan bahwa Rusia tak berencana menyerang siapa pun. "Kenyataannya, Rusia tak akan menyerang siapa pun. Itu sungguh konyol," kata Putin seperti dikutip Daily Mail.

Ia menambahkan bahwa Rusia sangat menjunjung tinggi kedaulatan dan identitas negerinya. "Kami tak menginginkan dominasi dunia atau ekspansi atau konfrontasi dengan siapa pun," tegas sang presiden.

+
Ikuti kami di Facebook