Larang Anak Pejabat Sekolah di Luar Negeri, Parlemen Rusia Ajukan RUU

Menyekolahkan anak pejabat tinggi keluar negeri dianggap dapat menganggu pembentukan karakter nasional elit.
Elizaveta Peskova
Elizaveta Peskova, anak Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, menuntut ilmu di Prancis. Sumber: Ekaterina Chesnokova/RIA Novosti

Anggota Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) Valeriy Rashkin mengajukan RUU tentang Larangan Kuliah di Luar Negeri bagi Anak Pejabat Negara yang Berusia di Bawah 18 Tahun. Demikian hal tersebut dilaporkan Meduza.

Jika RUU ini disahkan maka seluruh pejabat negara dilarang menyekolahkan anaknya ke luar negeri. RUU ini juga direncanakan berlaku bagi anak-anak pejabat BUMN. Namun demikian, ada pengecualian bagi pejabat negara yang ditugaskan bekerja di luar negeri selama lebih dari satu tahun.

Berdasarkan keterangan yang terlampir dalam RUU ini, menyekolahkan anak pejabat tinggi keluar negeri dianggap dapat menganggu pembentukan karakter nasional elit, perpindahan orang-orang terdidik ke luar negeri (brain drain) dan menimbulkan ketidakadilan sosial, serta membuat jurang pemisah antarkelas masyarakat.

Brain Drain

Brain drain atau pelarian modal manusia mengacu pada pindahnya orang-orang pintar dan terdidik ke luar negeri demi mencari upah atau pekerjaan yang lebih baik sehingga negara asalnya kehilangan orang-orang atau "otak" terampil. Orang-orang yang melakukan perpindahan ini biasanya menguasai bahasa Inggris dan pindah ke Inggris, AS, atau negara penutur bahasa Inggris lainnya.

Saat ini, Tiongkok dan India menempati posisi teratas negara yang mengalami eksodus orang-orang terampil dan cerdas lewat proses pelarian modal manusia.

Merusiakan Negarawan

Isu pelarangan pendidikan ke luar negeri bagi anak-anak pejabat Rusia bukanlah hal baru. Sebelumnya pada Oktober lalu, beredar kabar bahwa para pejabat dan deputi Rusia mendapat rekomendasi dari Presiden Putin untuk segera memulangkan ke Rusia baik anak-anak mereka yang tengah menuntut ilmu di luar negeri maupun orangtua. Namun, Kremlin tidak mengonfirmasi informasi tersebut.

Pada 2012 silam, Duma telah membahas RUU yang mengharuskan anak-anak pegawai negeri Rusia menuntut ilmu di dalam negeri. Namun, hukum tersebut tidak diadopsi.

Pada 2013, pejabat negara dilarang membukan rekening di luar negeri. Kemudian pada 2014, sehubungan dengan adanya penurunan hubungan dengan Barat yang tajam, isu pelarangan kepemilikan properti di luar negeri pun muncul ke permukaan.

"Dari situ, muncul istilah langkah 'nasionalisasi kaum elit'," kata analis politik Mikhail Komin kepada RBTH. Ada peraturan yang dikeluarkan agar seluruh tabungan dan properti yang dimiliki pejabat publik di luar negeri dipindahkan ke Rusia, semacam "pengembalian modal".

Anak Siapa Saja yang Sekolah di Luar Negeri?

Putri Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pernah menuntut ilmu di Amerika Serikat (saat ini menetap di Rusia), tiga orang putri Wakil Ketua Duma Rusia Sergey Zheleznyaka kini menuntut ilmu di Swiss dan Inggris. Selain itu, anak dan cucu mantan Kepala Perusahaan Kereta Api Rusia (RZhD) Vladimir Yakunina kini juga menetap di Inggris dan Swiss. Keluarga putra Ketua Komite Duma Elena Mizulina bermukim di AS. Putra mantan Ombudsman untuk Anak-anak Pavel Astakhov juga menuntut ilmu di luar negeri. Selain itu, putri juru bicara Kremlin yang bernama Liza Peskova juga ;menuntut ilmu di Prancis.

Meski begitu, tidak semua pejabat berpangkat tinggi mengirim anak-anaknya untuk menuntut ilmu di Barat. Putra Perdana Menteri Dmitry Medvedev, Ilya, belajar di Institut Negeri Hubungan Internasional Moskow (MGIMO). Putri Menteri Pertahanan Sergey Shoigu, Olga, juga menuntut ilmu di universitas yang sama.

+
Ikuti kami di Facebook