Bekuk Kawanan Teroris, FSB Gagalkan Upaya Pengeboman Dua Kota Besar Rusia

Kawanan ini berencana menjalankan skenario serangan teroris seperti di Paris tahun lalu.
FSB Rusia
Kawanan teroris yang berhasil dibekuk di Moskow dan Sankt Peterburg atas dugaan rencana serangan teror ini sebelumnya diketahui berencana untuk pergi berperang ke Suriah. Sumber: Kommersant

Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) berhasil membekuk sepuluh anggota kelompok teroris yang berusaha melancarkan serangkaian aksi teror di Moskow dan Sankt Peterburg. Demikian hal tersebut dilaporkan Interfax, mengutip keterangan Humas FSB.

Kawanan yang ditangkap diketahui berencana menjalankan skenario serangan teroris seperti di Paris pada 2015 lalu. Sejumlah bahan peledak berencana diledakkan secara bersamaan di sejumlah tempat keramaian. Pada saat yang sama di kota lain, para teroris juga akan melancarkan tembakan di pusat-pusat keramaian, tulis Rossiyskaya Gazeta, mengutip keterangan narasumber di badan keamanan.

Berdasarkan informasi yang dirilis Meduza, sebanyak tujuh orang tersangka berhasil ditangkap di Sankt Peterburg. Mereka diketahui menyewa sebuah apartemen di Sofia Kovalevskaya ulitsa dan bekerja sebagai sopir taksi dan petugas keamanan. Mereka juga pernah mengadakan pertemuan dengan rekan-rekan mereka di sebuah klub malam setempat.

Salah seorang anggota kelompok teroris yang berlokasi di Sankt Peterburg diketahui menyimpan sejumlah besar senapan otomatis dan pistol di rumah sewaannya. Menurut media setempat, mereka menganut ideologi yang sama dengan ISIS dan berencana meledakkan dua pusat perbelanjaan besar di kota Sankt Peterseburg, yaitu ‘Galereya’ di Prospekt Ligovsky dan ‘Akadempark’ di Prospek Nauki.

Tiga orang di antaranya menyewa apartemen di wilayah Degunino dan bekerja sebagai pedagang di pasar bahan bangunan di dekat stasiun metro ‘Rumyantsevo’.

Sejumlah tersangka teroris biasa menggeluti usaha jual-beli pipa, serta perbaikan dan pemasangan berbagai perangkat terkait. Petugas keamanan Rusia berhasil menemukan tiga bom rakitan berkekuatan besar, tapi masih belum jelas apakah bom tersebut memang dipersiapkan untuk meledakkan pipa saluran.

FSB merilis video rekaman proses penahanan kelompok teroris. Dalam video itu tampak bagaimana pasukan khusus mengamankan perangkat ledak berkekuatan besar yang diletakkan di bawah bak mandi apartemen di wilayah Degunino. Video tersebut juga menampilkan sejumlah granat, senapan otomatis, dan pistol yang dimiliki para kawanan teroris.

Siapakah Sebenarnya Kawanan Teroris Ini?

Kawanan teroris yang berhasil dibekuk di Moskow dan Sankt Peterburg atas dugaan rencana serangan teror ini sebelumnya diketahui berencana untuk pergi berperang ke Suriah.

Meski begitu, kesepuluh tersangka ini sesungguhnya bukanlah orang yang fanatik terhadap agamanya. Mereka berasal dari wilayah yang berbeda di Asia Tengah, dan secara reguler berkomunikasi melalui telepon dan internet.

Mereka bergabung dengan ISIS demi menghindari tuntutan pidana di tanah air asalnya. Tiga di antaranya diketahui terlibat kasus yang berhubungan dengan Islam radikal, sementara sisanya terlibat tindak kejahatan umum.

Awalnya, sebagaimana yang dikutip Kommersant, lembaga penegak hukum Rusia sudah mencurigai anggota kelompok tersebut setelah menerima laporan pencarian buron dari mitra-mitra asal Asia Tengah. Data yang diterima oleh Rusia menunjukkan bahwa semua anggota kelompok — termasuk yang terlibat dalam kasus tindak pidana biasa — beberapa waktu terakhir masuk ke dalam pengaruh agama fanatik dan berusaha memengaruhi teman-temannya untuk “lebih baik mati dalam jihad, daripada membusuk di dalam jeruji besi”.

Pimpinan kelompok tersebut, sebagaimana yang dikabarkan oleh narasumber Kommersant, merupakan satu-satunya di antara mereka yang memiliki kontak dengan pemimpin ISIS, dan pada musim gugur lalu melakukan negosiasi terkait perekrutan orang-orangnya ke Suriah. Namun, diyakini bahwa untuk membuktikan kesetiaan mereka terhadap ISIS, mereka harus terlebih dulu beraksi di Rusia. Karena itu, mereka mulai mempersenjatai dir. Namun, kegiatan mereka tersebut cepat tercium oleh layanan khusus Rusia.

Keberhasilan penangkapan kelompok teroris ini sebagian besar berkat bantuan lembaga penegak hukum Tajikistan. Pihak Kementerian Dalam Negeri Tajikistan berhasil mengumpulkan informasi dari kaki tangan organisasi mengenai keseluruhan anggota dan menyampaikan informasi tersebut kepada FSB melalui layanan kerja sama internasional.

+
Ikuti kami di Facebook