Kemenhan: Teroris Suriah Kembali Gunakan Senjata Kimia

15 November 2016 RBTH
Aksi tersebut meracuni sekitar 30 tentara Suriah di Aleppo.

Sekitar 30 tentara Suriah mengalami luka-luka setelah terkena serangan senjata kimia dari kelompok teroris di timur Aleppo pada Minggu (13/11) lalu, demikian disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov, dikutip dari TASS, Senin (14/11).

“Kemarin malam senjata kimia kembali digunakan melawan tentara pemerintah Suriah di distrik timur Aleppo Karim Jazmati. Akibatnya, sekitar 30 tentara dari batalion 415 Divisi Pengawal Republik 115 mengalami keracunan. Banyak dari mereka segera dilarikan ke rumah sakit di Aleppo,” terang Konashenkov.

Pakar dari Pusat Penelitian Perlindungan Radiasi, Kimia, dan Biologi telah menemukan bahwa kelompok militan menyerang tentara Suriah di Aleppo dengan zat klorin (kaporit).

“Sampel yang diambil pakar pusat penelitian di tempat tersebut telah mengkonfirmasi bahwa kelompok militan menggunakan kaporit sebagai senjata kimia,” tutur Konashenkov.

Tentara Suriah terkena racun tak lama setelah ledakan dari tembakan mortar atau sebuah silinder gas, yang ditembakan oleh para teroris menggunakan peluncur darurat Hellfire.

Sebelumnya, Konashenkov mengatakan bahwa saat melakukan pengintaian di pinggiran Aleppo, pakar militer Rusia mengumpulkan bukti yang menunjukan bahwa kelompok militan Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil dan tentara Suriah. Para pakar menemukan meriam utuh yang mengandung zat beracun. Sampel tanah dan serpihan dari amunisi yang ditembakan teruji positif mengandung kaporit dan fosfor putih.

Sebelumnya, serangan senjata kimia pada akhir Oktober lalu menewaskan dua prajurit Suriah dan menyebabkan setidaknya 37 warga sipil mengalami luka-luka.

+
Ikuti kami di Facebook