Tanggapi Kehadiran Misil AS di Eropa, Moskow Perkuat Pertahanan Perbatasan

21 November 2016 Sawitri Sadjimo, RBTH Indonesia

Rusia akan meningkatkan kapabilitas pertahanan misil dan udara di perbatasan baratnya sebagai respons atas penempatan sistem pertahanan misil global AS di Eropa yang mengancam keamanan nasional Rusia. Demikian hal itu disampaikan anggota parlemen majelis tinggi senior Rusia seperti dikutip Sputnik, Senin (21/11).

“Untuk melawan ancaman ini, kami terpaksa memperkuat pertahanan misil dan udara kami di sebelah barat dan mengerahkan upaya tambahan untuk mempertahankan infrastruktur komando dan kontrol yang relevan,” terang Kepala Komite Dewan Pertahanan dan Keamanan Rusia Viktor Ozerov dalam wawancara dengan RIA Novosti.

S-400 Triumph merupakan sistem rudal antipesawat jarak jauh terbaru milik Rusia yang dirancang untuk menghancurkan pesawat, kapal penjelajah, dan rudal balistik, termasuk rudal jarak menengah.

Menurut Ozerov, upaya tersebut termasuk menempatkan sistem pertahanan udara canggih S-400 dan sistem misil balistik taktis Iskander-M di Kaliningrad di wilayah Baltik, serta penempatan unit baru di Distrik Militer Barat dan Selatan.

“Kami menghadapi dua tugas utama: menembus pertahanan udara barat dan memastikan perlindungan dari kemungkinan serangan dari negara yang telah mengizinkan penempatan misil AS,” terang Ozerov.

Sebelumnya, perwakilan Staf Jenderal Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan bahwa perisai pertahanan antimisil AS di Polandia dan Rumania mampu mencegat misil balistik antarbenua (ICBM) dan misil balistik kapal selam tak hanya di tengah lintasan, seperti yang diklaim AS, tapi juga di wilayah awal lintasan penerbangan. Ia menyampaikan hal tersebut setelah melakukan pemodelan ulang mengenai kemungkinan tempur sistem pertahanan misil AS di Eropa.

Sistem pertahanan misil Amerika di Eropa dianggap sebagai ancaman langsung bagi keamanan Rusia dan potensi sistem pertahanan tersebut melebihi kebutuhan pertahanan Washington.

+
Ikuti kami di Facebook