Trump: Reset Hubungan dengan Putin Bukan ‘Awal yang Baru’

23 November 2016 Sawitri Sadjimo, RBTH Indonesia
Sang presiden AS terpilih ingin mengakrabkan diri dengan presiden Rusia.
Boneka matryoshka Donald Trump
Boneka matryoshka Donald Trump diletakan di samping suvenir miniatur katedral di Moskow, Rusia. Sumber: Getty Images

Presiden terpilih AS Donald Trump mengatakan bahwa ia ingin memperbaiki hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, tapi menegaskan bahwa tiap kemungkinan untuk memperbaiki hubungan sebaiknya tidak disebut sebagai sebuah ‘awal baru,’ demikian dikabarkan Sputnik, Rabu (23/11).

“Saya tidak akan menggunakan kata tersebut (awal baru) setelah apa yang terjadi,” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan New York Times, menambahkan bahwa akan “menyenangkan” jika hubungannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dapat menjadi akrab.

Tombol Reset

Dalam sebuah pertemuan di Jenewa pada 2009, Menlu AS Hillary Clinton menghadiahkan 'tombol reset' untuk Menlu Rusia Sergey Lavrov sebagai simbol untuk memperbaiki hubungan antara kedua negara — sesuatu yang tak pernah terjadi.

Trump mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Putin sejak kemenangannya di pemilu AS, namun tidak menjelaskan detail lainnya.

Trump mendapat kemenangan dalam pemilu presiden AS pada 8 November lalu dengan mengumpulkan 290 suara elektoral. Hillary Clinton yang merupakan saingannya dalam pemilu tersebut hanya berhasil mengumpulkan 232 suara elektoral. Selama kampanye sebelum pemilu, Trump sering mengutarakan pentingnya memperbaiki hubungan dengan Rusia.

Keinginan Putin

Banyak pengamat yang menilai hubungan Rusia-AS saat ini berada di titik terendah sejak Perang Dingin. Putin terus menekankan bahwa memburuknya hubungan Rusia dengan AS 'bagaimanapun bukan pilihan kami'.

Untuk memperbaiki hubungan Moskow dan Washington, AS pertama dan paling utama harus mulai bersikap sebagai mitra yang setara dan menghormati kepentingan Rusia, bukan terus mencoba mendikte Rusia, kata Putin bulan lalu.

"Kami khawatir dengan memburuknya hubungan Rusia-Amerika, tapi itu bukan pilihan kami, kami tak pernah menginginkannya. Sebaliknya, kami ingin punya hubungan yang bersahabat dengan AS, negara besar dan terkemuka di bidang ekonomi," kata Putin dalam forum ekonomi di Moskow.

Selain itu, AS perlu bernegosiasi dengan Rusia untuk menemukan solusi atas isu internasional karena tak ada negara yang bisa bertindak sendirian, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov minggu lalu, menambahkan bahwa masalah dalam hubungan bilateral mulai menggunung jauh sebelum krisis Ukraina pecah pada 2014.

+
Ikuti kami di Facebook