Kapal Penghancur Supercanggih AS Masih Kalah Dibanding Laksamana Kuznetsov

Kapal penghancur termahal sepanjang sejarah milik Angkatan Laut AS, USS Zumwalt, harus diderek dari Terusan Panama karena kerusakan mesin.
aircraft carrier Admiral Kuznetsov
Kapal induk Rusia Laksamana Kuznetsov sering 'diejek', tapi lebih baik daripada kapal canggih Amerika. Sumber: AFP / East News

Setelah ramai kabar mengenai dugaan masalah mesin pada kapal induk Rusia Laksamana Kuznetsov, kini giliran kapal penghancur termahal sepanjang sejarah Angkatan Laut AS, USS Zumwalt, yang menghadapi masalah teknis dan harus ditarik dari penepatannya. Pakar militer Rusia Andrei Golovatyuk menerangkan pada Radio Sputnik apa yang mungkin menjadi masalah di balik hal tersebut.

Hanya beberapa minggu setelah debutnya, kapal penghancur paling canggih AL Amerika Serikat USS Zumwalt harus ditarik kembali karena masalah mesin yang muncul saat ia sedang menyeberangi Terusan Panama. Masalah itu muncul saat kapal yang menguras biaya 4,4 miliar dolar AS ini berlayar menuju pelabuhan yang akan menjadi markasnya di San Diego, untuk bergabung dengan Armada Ketiga AS, yang bertanggung jawab atas wilayah Samudra Pasifik.

Juru bicara Armada Ketiga AS Komandan Ryan Perry menyatakan bahwa Wakil Laksamana Nora Tyson, Komandan Armada Ketiga, telah mengarahkan kembali USS Zumwalt (DDG 1000) ke bekas Markas AL Rodman di Panama untuk menyelidiki masalah mesin yang muncul saat kapal transit di Terusan Panama. Kerusakan mesin kapal tempur terbaru AL Amerika Serikta ini membuat sang kapal harus diderek ke Markas AL Balboa.

Media Barat segera mengabarkan hal itu, sambil menyinggung ironi: saat kapal induk canggih tersebut harus diderek, kapal Laksamana Kuznetsov Rusia 'yang lebih sering diejek' menunjukkan kekuatannya.

Pakar militer Rusia Kolonel (Purn.) Andrei Golovatyuk menyampaikan pendapatnya mengenai dugaan kesalahan yang terjadi pada kapal AS tersebut. "Dalam kompetisi senjata, AS mungkin telah melewatkan beberapa detail yang sangat penting, termasuk rekayasa teknis. Kini, para marinirlah yang harus mengalami kerugian atas hal tersebut," terang Golovatyuk pada Sputnik.

Sang pakar menyebutkan bahwa kapal tersebut seharusnya memiliki banyak inovasi, termasuk bentuk hulu kapal yang sepenuhnya baru. Kapal juga memiliki sistem siluman yang membuatnya tak bisa dideteksi radar. "Seharusnya ada banyak inovasi, tapi sejauh ini sepertinya kapal itu tak lebih dari seonggok besi yang tak bisa berbuat banyak," kata sang pakar.

Sementara, Perry menyebutkan bahwa 'jadwal perbaikan telah ditentukan'. Humas Kementerian Pertahanan Amerika Eric Wertheim juga menyampaikan pada Sputnik bahwa hal semacam ini bukannya tak diduga sebelumnya karena Zumwalt memiliki teknologi yang paling canggih dan desain revolusioner. "Ini adalah harga yang harus kita bayar atas inovasi dan sungguh disayangkan, tapi bukannya tak terduga sebelumnya," terang Wertheim.

Ia menambahkan bahwa 'lebih baik mendengar kabar mengenai kerusakan mesin kapal saat sedang uji coba daripada saat pertempuran'.

Kapal penghancur kelas DDG 1000 ini dirancang untuk menyokong pasukan pesisir Amerika Serikat dengan dukungan tembakan dalam operasi dekat pesisir. Kapal ini menarik perhatian media karena desainnya yang unik. Bentuk badan kapal yang kokoh dapat menyembunyikan sistem senjata kapal di bawah permukaan lapis bajanya, sehingga tak bisa dideteksi oleh radar.

Perbandingan dengan Laksamana Kuznetsov

Kapal induk Rusia Laksamana Kuznetsov belakangan juga ramai dibicarakan karena kapal tersebut bergerak ke Laut Tengah. Tujuan dari merapatnya kapal tersebut sesungguhnya adalah untuk menguji kemampuan tempur kapal dan memasang sejumlah perangkat perang dalam pesawat induk. Namun, Laksamana Kuznetsov juga bergabung dalam operasi militer di Suriah.

Kapal Induk Laksamana Kuznetsov

Kru: 1.960 orang

Berat benaman: 60 ribu ton

Kecepatan maksimum: 29 knot (53,71 kilometer per jam)

Senjata:

  • 12 rudal antikapal 4K80 Granit
  • 24 sistem peluncur rudal antipesawat Kinzhal (192 rudal)
  • 8 kompleks rudal antipesawat 3M87 Kortik (256 rudal)
  • 2 RBU-12000 Udav (60 peledak)
  • 6 senapan otomatis enam barel 30 mm AK-630

Pasukan udara (sesuai proyek): 26 pesawat tempur Su-27K (Su-33) atau MiG-29K, serta helikopter Ka-27 dan Ka-31

+
Ikuti kami di Facebook