Negosiasi Su-35, Menhan RI: Belum Ada Titik Temu Soal Harga Pesawat

13 Desember 2016 Suci Puti Melati, RBTH Indonesia
Permintaan Indonesia untuk transfer teknologi sudah disanggupi oleh pihak Rusia.
The Russian air force is due to receive 48 Su-35S aircraft before the end of 2015. Source: Sukhoi.org
Kedua negara masih terus bernegosiasi mengenai harga pesawat per unitnya. Sumber: Sukhoi.org

Pemerintah Indonesia dan Rusia belum menemukan titik temu mengenai harga pesawat tempur Sukhoi Su-35. Demikian informasi tersebut dilansir RNS Online, mengutip pernyataan yang disampaikan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu.

“Saya masih mencoba untuk bernegosiasi soal harga. Kita juga tidak mau beli pesawat yang harganya terlalu mahal,” tutur Ryamizard seperti yang dikutip Warta Kota.

Lebih lanjut, Ryamizard menyatakan bahwa permintaan Indonesia untuk transfer teknologi sudah disanggupi oleh pihak Rusia. Meski begitu saat ini kedua negara masih terus bernegosiasi mengenai harga pesawat per unitnya.

Pada Juni lalu, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia Wahid Supriyadi mengonfirmasi bahwa Indonesia berencana membeli delapan unit pesawat tempur multiperan Su-35 lengkap dengan permintaan transfer teknologi dari Rusia.

Sukhoi Su-35 direncanakan hadir menggantikan pesawat F-5 buatan AS milik Angkatan Udara RI yang sudah usang.


Pasang-surut negosiasi pembelian Su-35

Awal Desember, negosiasi semakin intens

Oktober 2016, ada isu Indonesia kemungkinan batal membeli Su-35

TNI AU sudah diwajibkan belajar bahasa Rusia

Jika jadi beli, paling cepat Su-35 dikirim ke Indonesia tahun 2018

Kenapa Indonesia memilih Su-35?

+
Ikuti kami di Facebook