Lihat Peluang, Investor Terkenal Amerika Sarankan Berinvestasi di Rusia

Investor Amerika Jim Rogers menekankan bahwa Rusia memiliki sumber daya alam yang besar.
The BRICS need to establish a pan-Eurasian non-dollar stock market. Source: Itar-Tass
Berinvestasi di Rusia diyakini akan menguntungkan. Sumber: TASS

Investor terkenal Amerika Jim Rogers mengimbau para pebisnis untuk berinvestasi di Rusia dan memanfaatkan peluang yang akan muncul pada masa kepemimpinan Trump sebagai presiden AS.

Menurut Rogers, sejak kunjungan pertamanya ke Rusia pada 1966, ia mengaku selalu bersikap pesimis terhadap pasar Rusia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ia telah mengubah sudut pandangnya. Rogers kini justru aktif membeli mata uang rubel Rusia serta surat berharga Rusia.

"Sesuatu telah terjadi di Kremlin. Tampaknya Rusia mulai memahami bahwa mereka tidak dapat terus-menerus mempertahankan ‘gaya’ kekaisaran kuno dan plutokrasi komunis seperti zaman dulu," kata Rogers, seperti yang dilansir situs CNBC.

Sang investor menekankan bahwa Rusia memiliki sumber daya alam yang luar biasa, dan pada saat yang sama memiliki utang negara yang rendah. Rogers juga optimis bahwa hubungan antara Moskow dan Washington akan membaik setelah Donald Trump resmi menjabat sebagai presiden AS yang baru. Hal ini diyakini akan mendorong perekonomian Rusia, serta tidak tertutup kemungkinan sanksi AS terhadap Moskow dicabut.

"Trump akan berupaya membangun hubungan persahabatan dengan Rusia. Hal tersebut akan menjadi perubahan yang besar. Anda akan menyaksikan sendiri bagaimana negara-negara lain akan turut mencabut sanksi," kata Rogers seperti yang dikutip RIA Novosti.

Secara umum, Rogers mengaku optimis pada prospek pasar Asia dalam 10 – 20 tahun mendatang.

"Jika kita melihat negara-negara pemberi utang terbesar di dunia, mereka semua berada di Asia, seperti Hong Kong, Taiwan, Korea, Jepang, dan bahkan Rusia. Di sana terdapat aset dan demografi yang positif, dan di sana pula terdapat energi," tuturnya meyakini.

+
Ikuti kami di Facebook