Survei, Mayoritas Warga Rusia Anggap NATO Sebagai Ancaman

Hasil survei menunjukkan bahwa 67 persen warga Rusia menganggap NATO sebagai ancaman.
Petro Poroshenko and NATO Secretary-General Jens Stoltenberg
Presiden Ukraina Petro Poroshenko (kiri) and Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam sebuah konferensi pers di Ukraina. Sumber: Reuters

Sebanyak 67 persen atau dua per tiga warga Rusia melihat NATO sebagai ancaman, ungkap hasil jajak pendapat yang dirilis lembaga riset Gallup. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2008.

Sebagaimana yang dilaporkan RT, Gallup melakukan survei melalui wawancara telepon yang diadakan sepanjang 2016, dengan responden 2.000 warga Rusia berusia minimal 15 tahun.

Dalam sebuah survei sejenis yang dilakukan Gallup pada 2012 silam, hanya 38 persen warga Rusia yang melihat NATO sebagai ancaman.

NATO semakin gencar menyebar militernya ke perbatasan-perbatasan Rusia. Aksi NATO ini dianggap Moskow sebagai upaya pelemahan keamanan di Eropa. Namun, NATO beralasan hal tersebut untuk mengantisipasi “agresi” Moskow.

Sebagai tanggapan, Rusia pun mengadakan pelatihan militer intensif berskala besar dan menempatkan pusat senjatanya di bagian Barat negaranya, termasuk di Kaliningrad yang berbatasan dengan Polandia dan Lituania.

Selain di Rusia, Gallup juga membuat jajak pendapat serupa di beberapa negara lain. Sebanyak 54 persen warga negara Belarus turut melihat NATO sebagai ancaman. Jumlah ini meningkat 19 persen dari empat tahun lalu. Sementara, Ukraina mengikuti dengan 35 persen, Tajikistan dengan 34 persen, Kazakhstan 31 persen, Kirgizstan 30 persen, Moldova 27 persen, dan Armenia 20 persen.

+
Ikuti kami di Facebook