Rusia Namai Pulau Miliknya, Jepang: Tidak Bisa Diterima!

14 Februari 2017 Suci Puti Melati, RBTH Indonesia
Keputusan Rusia untuk menamai lima pulau tak bernama di Kepulauan Kuril ini dianggap Jepang sebagai sesuatu yang tak dapat diterima.
Alaid - the tallest and northernmost volcano in the Kuril Islands
Pemerintah Jepang mengajukan protes kepada Rusia sehubungan dengan pemberian nama baru kepada lima pulau di Kepulauan Kuril oleh Rusia. Sumber: Diana Serebrennikova

Pemerintah Jepang mengajukan protes sehubungan dengan pemberian nama baru kepada lima pulau di Kepulauan Kuril oleh Rusia. Demikian hal tersebut dilansir media Meduza, mengutip pernyataan yang dikemukakan Ketua Kabinet Sekretaris Jepang Yoshihide Suga.

Menurut Suga, keputusan Rusia untuk menamai lima pulau tak bernama ini dianggap sebagai ‘sesuatu yang tak dapat diterima’. Meski begitu, ia menekankan bahwa tindakan Rusia tersebut tidak akan memengaruhi jalannya negosiasi bilateral pada perjanjian damai.

Sebelumnya, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev telah menandatangani dekrit untuk menamai lima pulau di Kepulauan Kuril tersebut pada 11 Februari lalu.

Salah satu pulau dinamai untuk menghormati Letnan Jenderal Kuzma Derervyano yang membubuhkan tanda tangan dari pihak Uni Soviet atas pernyataan menyerahnya Jepang pada tahun 1945. Sementara, pulau lainnya ada yang dinamai dengan nama Letnan Jenderal Aleksey Gnechko yang terlibat dalam pendaratan pasukan Soviet di Kepulauan Kuril pada 1945.

Persengketaan Kepulauan Kuril

Persengketaan Kepulauan Kuril adalah persengketaan antara Jepang dan Rusia atas kedaulatan Kepulauan Kuril Selatan. Uni Soviet menduduki pulau-pulau yang disengketakan dalam Operasi Ofensif Strategis Manchuria pada akhir Perang Dunia II.

Pulau-pulau yang disengketakan sekarang berada di bawah administrasi Rusia sebagai Distrik Kuril Selatan, Sakhalinskaya Oblast, tapi di satu sisi juga diklaim Jepang sebagai teritorial negara tersebut yang disebut sebagai Teritorial Utara atau Chishima Selatan di bawah administrasi Subprefektur Nemuro, Prefektur Hokkaido.

Perjanjian San Francisco tahun 1951 antara Kekuatan Sekutu dan Jepang menyatakan bahwa Jepang harus menghentikan semua klaim terhadap Kepulauan Kuril. Namun, perjanjian tersebut juga tidak mengakui kedaulatan Uni Soviet atas Kepulauan Kuril.

Rusia bertahan pada sikapnya bahwa kedaulatan Uni Soviet atas kepulauan-kepulauan tersebut diakui dengan adanya perjanjian-perjanjian pada akhir Perang Dunia II, tapi Jepang menolak klaim tersebut. Pulau-pulau yang dipersengketakan adalah Pulau Iturup, Pulau Kunashir, Pulau Shikotan, dan Kepulauan Habomai.

 
+
Ikuti kami di Facebook