AS Minta Krimea Dikembalikan ke Ukraina, Moskow: Ini Wilayah Kami

Kementerian Luar Negeri Rusia dengan tegas menyatakan bahwa Krimea adalah bagian dari Federasi Rusia.
Crimean trolley bus
Krimea menjadi bagian dari Kekaisaran Rusia pada abad ke-18, tapi Uni Soviet memberikannya kepada Ukraina (saat itu bernama Republik Sosialis Soviet Ukraina) pada 1954. Sumber: Lori/Legion-Media

Merespons AS yang menyatakan bahwa mereka ingin Russia ‘mengembalikan’ Krimea ke Ukraina, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zarakhova dengan tegas mengatakan bahwa Krimea adalah bagian dari wilayah Federasi Rusia.

“Kami tidak ‘mengembalikan’ wilayah kami. Krimea adalah bagian dari Federasi Rusia,” ujar Zarakhova, seperti yang dikutip RT, Rabu (15/2).

Sebelumnya pada Selasa (14/2), Juru Bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump sudah cukup tegas kepada Rusia dan berharap Moskow ‘mengembalikan’ Krimea ke Ukraina.

“Sudah jelas bahwa Presiden Trump ingin pemerintah Rusia menurunkan tensi ketegangan di Ukraina dan mengembalikan Krimea (ke mereka),” ujarnya. “Pada saat yang bersamaan, dia sangat berharap untuk dapat bekerja sama dengan Rusia.”

Pada awal bulan ini, Dubes AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa ia menyesalkan “pendudukan Rusia” di Ukraina.

“Krimea adalah bagian dari Ukraina. Sanksi AS terkait konflik ini akan tetap ada sampai Rusia mengembalikan Krimea ke Ukraina,” ujar Haley.

Krimea menjadi bagian dari Kekaisaran Rusia pada abad ke-18, tapi Uni Soviet memberikannya kepada Ukraina (saat itu bernama Republik Sosialis Soviet Ukraina) pada 1954. Menyusul kudeta di Kiev pada 2014, rakyat Krimea memilih untuk bergabung kembali dengan Rusia dalam sebuah referendum.

Berdasarkan sensus kependudukan nasional yang diadakan pada 2001, mayoritas warga Krimea saat ini adalah orang Rusia — berjumlah hampir 1,2 juta atau 58,3 persen dari total populasi. Sementara, warga Ukraina di semenanjung itu berjumlah 500 ribu (24 persen) dan sisanya orang Tatar Krimea (12 persen).

+
Ikuti kami di Facebook