Oposisi Suriah: Jika Rusia Setop Dukung Pemerintah, Kami Bantu Tumpas ISIS

Pemberontak Suriah yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Suriah percaya bahwa pemerintahan negara mereka saat ini menjadi penyebab adanya ISIS.
MIDEAST SYRIA WAR
Seroang anggota Tentara Pembebasan Suriah menginjak foto Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sumber: AP

Pemberontak Suriah yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengatakan bahwa mereka dapat membantu upaya Rusia dalam memberantas ISIS apabila Moskow mau mengubah kebijakannya terhadap pemerintah Suriah, demikian diberitakan TASS, Sabtu (25/2).

Ketika ditanya mengenai kemungkinan koordinasi militer dengan Rusia dalam melawan ISIS, salah satu komandan FSA di Operasi Perisai Efrat, Ahmad al-Othman, mengatakan, “Ya, apabila Rusia — yang mendukung pemerintah — mau mengubah kebijakannya. Kami ingin Rusia memberantas terorisme dan tidak mendukung pemerintah.”

“Kami percaya pemerintahan (Suriah) saat ini juga menyebabkan munculnya ISIS,” ujarnya menambahkan. “Namun, kami berharap Rusia juga ikut berperang melawan ISIS,” kata Othman yang juga merupakan anggota delegasi dari payung kelompok oposisi pada pembicaraan Komite Negosiasi Tingkat Tinggi (HNC).

Menjawab pertanyaan TASS terkait serangan udara Rusia terhadap posisi ISIS dekat kota al-Bab — yang setelah itu langsung diambil alih pasukan Turki dan FSA — Othman berkata, “Memang ada dua serangan udara di selatan al-Bab. Selain itu, mereka (pasukan Rusia) tidak melakukan apa-apa.”

Kampanye militer Rusia di Suriah telah berlangsung sejak 30 September 2015. Sejak akhir Desember 2016, tentara Turki dan FSA bekerja sama dalam upaya membebaskan al-Bab, salah satu daerah kekuasaan ISIS di Suriah. Pada Jumat (24/2), Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Turki mengatakan bahwa distrik tersebut telah berhasil direbut kembali dari para militan ISIS.

+
Ikuti kami di Facebook