Kadyrov: Serangan AS ke Suriah Adalah Hadiah Besar untuk Teroris

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengatakan bahwa tentara Presiden Suriah Bashar Assad kehilangan hingga sepuluh pesawat setelah serangan AS ke negaranya.
Kadyrov: “There is a campaign – well-planned by external forces - to topple (Assad’s) regime, destroy the country, eliminate its military.” Source: Reuters
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov.

Serangan AS ke lapangan udara militer Suriah di Ash Sha'irat menjadi “hadiah besar” untuk para teroris di Suriah, ujar pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov di halaman Instagram-nya.

“Hilangnya nyawa warga sipil tak berdosa yang disebabkan misil mereka (AS) adalah hadiah besar untuk ISIS. Tentara Assad kehilangan hingga sepuluh pesawat. Hal ini dimanfaatkan oleh teroris,” ujar Kadyrov, Sabtu (9/4).

Menurutnya, Barat memilih untuk menutup mata dari tindakan yang termasuk pelanggaran hukum internasional ini.

“Tidak ada yang berani menyuarakan keberatannya terhadap tindakan AS,” kata Kadyrov. “Parlemen Eropa, yang selalu bereaksi terhadap isu-isu kecil di Rusia, kini diam membisu.”

Pada Kamis (6/4) malam, AS meluncurkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke lapangan udara militer Suriah di Ash Sha'irat, dekat Homs. Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan itu merupakan respons atas dugaan penggunaan senjata kimia di Idlib pada Selasa (4/4), yang dituduhkan Washington kepada Damaskus.

Beberapa negara, seperti Australia, Israel, Arab Saudi, Turki, dan Inggris sudah menyatakan dukungan mereka terhadap serangan yang dilakukan AS tersebut, sementara Rusia menganggapnya sebagai agresi tak beralasan terhadap negara yang berdaulat.

+
Ikuti kami di Facebook