Ragukan Kualitas Staf Bandara, Rusia Enggan Kembalikan Penerbangan ke Mesir

19 September 2016 Oleg Egorov, RBTH
Setelah musibah jatuhnya pesawar Rusia A321 di Semenanjung Sinai tahun lalu, Moskow menghentikan layanan udara ke Mesir dengan alasan keamanan. Mesir berupaya keras demi mendapatkan kembali kepercayaan Rusia. Dalam upayanya menarik kembali wisatawan Rusia, Mesir bahkan membangun terminal baru di Bandara Kairo yang akan khusus melayani wisatawan Rusia. Namun, alasan apa yang membuat Rusia hingga kini masih enggan untuk mengembalikan layanan penerbangan ke Mesir?
Sharm el-Sheikh Airport
Staf-staf bandara tengah mengecek bagasi penumpang yang akan memasuki Bandara Sharm el-Sheikh di Sinai selatan, Mesir. Sumber: AP

Pada 13 September, surat kabar Rusia Kommersant melaporkan bahwa komisi internasional yang menyelidiki kecelakaan penerbangan A321 Kogalymavia (pasawat yang meledak pada 31 Oktober 2015 lalu di Semenanjung Sinai dan menewaskan 224 orang) telah memastikan posisi diletakkannya bom di dalam pesawat.

Perangkat ledak diletakkan pada bagian kargo untuk barang-barang berukuran besar. Sementara, akses menuju kargo hanya dimiliki oleh karyawan bandara. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa ada karyawan Bandara Sharm el-Sheikh yang membantu teroris untuk meletakkan bom tersebut.

Lebih jauh disampaikan, yang menjadi masalah utama bagi Mesir adalah mentalitas masyarakat lokal, yang sering kali menjadi kaki tangan korupsi. Demikian hal tersebut diutarakan Presiden Kehormatan Aviasi dan Antariksa Internasional MAKS sekaligus pilot uji coba Magomed Tolboev.

“Saya pernah bekerja dengan orang-orang Arab. Di sana, semuanya — mulai dari portir, sampai ke direktur jendral bandara — mereka adalah kerabat, semuanya saling terikat,” kata Tolboev kepada RBTH.

Tolboev yakin bahwa ada tindak korupsi yang menyebabkan komplotan teroris berhasil menyelundupkan bom di dalam pesawat A321 itu. “Teknologi terbaru apa pun tidak akan dapat membantu jika pihak berwenang Mesir tidak menyelesaikan masalah korupsi yang sudah kronis. Terbang ke Mesir tidak akan pernah aman,” kata sang sang. Itu sebabnya, menurut pendapatnya, untuk sementara waktu Rusia tidak akan melanjutkan penerbangan ke negara itu.

Satu Tahun Tanpa Penerbangan

Setelah musibah jatuhnya A321, Rusia menghentikan layanan udara ke Mesir dengan alasan keamanan. Hingga saat ini, hal tersebut masih terus berlanjut. Pada Maret 2016 lalu, Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry menyatakan bahwa Mesir telah mengambil semua langkah keamanan yang dibutuhkan.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan TASS, pihak berwenang Mesir telah menghabiskan lebih dari 46 juta miliar dolar AS untuk memodernisasi sistem keamanan. Pihak berwenang Kairo juga mengatakan bahwa kini bandara telah dilengkapi dengan radar khusus, kamera yang lebih canggih, pintu khusus personel yang dilengkapi dengan sistem kartu magnetik.

Dalam upaya menarik kembali wisatawan Rusia, Mesir bahkan membangun terminal baru di Bandara Kairo yang akan khusus melayani wisatawan Rusia.

Pada 8 – 10 September lalu, komisi ahli Rusia mengunjungi Mesir. Mereka ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan sistem keamanan negara yang telah diperbarui tersebut.

Menurut narasumber Kommersant yang dekat dengan komisi Rusia tersebut, untuk sementara langkah-langkah keamanan yang dipenuhi baru 85 persen dan Rusia tetap menyatakan keraguannya mengenai kualitas staf lokal.

 
+
Ikuti kami di Facebook