LIVE: Pesawat Rusia Tu-154 Tujuan Suriah Jatuh di Laut Hitam

25 Desember 2016 Gleb Fedorov, RBTH, TASS
Pesawat jatuh saat sedang dalam perjalanan menuju Latakia, Suriah.
Tu-154 search operation
Operasi pencarian korban tengah berlangsung di area jatuhnya pesawat militer Tu-154. Sumber: Nina Zotina/RIA Novosti

15.43 waktu Moskow (19.43 WIB): Sebanyak 27 kapal dari Armada Laut Hitam dikerahkan dalam operasi pencarian korban di daerah jatuhnya Tu-154 di lepas pantai Sochi, kata Kementerian Pertahanan Rusia, Minggu (25/12).

"Kami meningkatkan tim pencarian dan penyelamatan di daerah kecelakaan pesawat Tu-154. Sebanyak 27 kapal, 37 orang penyelam, empat helikopter, drone, dan beberapa submersible yang dioperasikan dari jarak jauh dikerahkan dalam operasi itu," kata kementerian.

Kemenhan mengatakan, daerah pencarian akan mencakup area seluas 10,5 kilometer persegi.

15.08 waktu Moskow (19.08 WIB): Jika kondisi cuaca bersahabat, puing-puing pesawat Tu-154 dapat diambil dari kedalaman laut dalam tempo satu minggu, kata Kepala Layanan Masyarakat Penyelamatan Bencana Air All-Rusia kepada TASS, Minggu (25/12).

"Kedalaman 50 – 70 meter tidak terlalu dalam dan fragmen besar dapat diangkut dengan bantuan ponton," kata Vladimir Gritsikhin seraya menambahkan bahwa suhu air pada kedalaman ini selalu di atas nol derajat Celcius.

"Saya pikir semua fragmen dapat diangkut dalam waktu seminggu jika semua pihak bekerja dengan segera," katanya. "Saat ini cuaca cukup baik dan kami harus memanfaatkan itu."

15.06 waktu Moskow (19.06 WIB): Lebih dari 3.000 orang ikut dalam proses pencarian dan operasi penyelamatan di Laut Hitam yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat Tu-154, terang Kementerian Pertahanan Rusia.

15.03 waktu Moskow (19.03 WIB): Identifikasi jasad korban tewas dalam kecelakaan Tu-154 di dekat Sochi akan membutuhkan bantuan genetika forensik, kata Kepala Psikiater Kementerian Kesehatan Rusia Zurab Kekelidze kepada RIA Novosti. Menurutnya, jika diperlukan, para spesialis dari Pusat Ilmiah Negara Serbsky untuk Psikiatri Sosial dan Forensik akan berkonsultasi dengan para ahli kedokteran di Sochi.

14.55 waktu Moskow (18.55 WIB): Para dokter dari Institut Gawat Darurat Bedah Anak dan Traumatologi Moskow yang dikepalai seorang dokter anak ternama Leonid Roshal telah mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman Elizaveta Glinka, yang dikenal sebagai Dr. Liza, yang telah menyelamatkan banyak nyawa anak di tengah konflik bersenjata.

"Kami bekerja sama dengan Dr. Liza dengan sangat erat. Dia membawakan kami anak-anak dari Donbass. Kami tidak percaya ini terjadi. Elizaveta Glinka adalah seorang yang baik dan cekatan. Dia adalah seseorang yang bermartabat. Kini, orang yang telah menyelamatkan anak-anak telah meninggal. Semua anak benar-benar mencintainya," kata layanan pers lembaga itu.

14.44 waktu Moskow (18.44 WIB): Orang-orang berkumpul di depan gedung Ansambel Alexandrov di Moskow untuk meletakkan karangan bunga dan mengenang para korban tewas akibat jatuhnya pesawat Tu-154 di Laut Hitam, dekat Sochi.

14.29 waktu Moskow (18.29 WIB): Sepuluh jasad korban kecelakaan pesawat Tu-154 ditemukan di dekat Sochi, terang narasumber TASS.

14.24 Moskow waktu (18.24 WIB): Pilot pesawat Tu-154 yang jatuh adalah bagian dari kru yang berhasil mendaratkan pesawat oleng dengan selamat pada 2011.

14:16 waktu Moskow (18.16 WIB): Keputusan untuk memensiunkan pesawat-pesawat Tu-154 akan dinilai terlalu dini, kata Menteri Industri dan Perdagangan Rusia Denis Manturov setelah kecelakaan pesawat di Laut Hitam, Minggu (25/12).

"Ada banyak pesawat di dunia yang tak lagi diproduksi, tapi masih beroperasi. Usia pesawat (Tu-154) ini diharapkan mencapai 40 tahun," kata Manturov.

14:12 waktu Moskow (18.12 WIB): Tonton dokumenter tentang Dr. Liza (dalam bahasa Rusia).

Sumber: Елена Погребижская / YouTube

14:10 waktu Moskow (18.10 WIB):

14.04 waktu Moskow (18.04 WIB): Presiden Rusia Vladimir Putin menetapkan hari Senin (26/12) sebagai hari berkabung nasional untuk mengenang para korban tewas dalam kecelakaan Tu-154 di Sochi.

14:02 waktu Moskow (18.02 WIB): Tu-154 telah menjadi tulang punggung penerbangan Soviet dan Rusia selama beberapa dekade. Pesawat ini memiliki tiga mesin, tubuh yang ramping, dan memiliki jangkauan terbang menengah. Tu-154 dirancang pada pertengahan 1960-an, masuk ke layanan pada 1972, dan dimodernisasi pada 1986 dengan mesin dan peralatan baru. Pesawat jenis ini telah mengalami 39 kali kecelakaan fatal. Namun demikian, hanya sedikit kasus yang melibatkan masalah teknis. Sebagian besar kecelakaan disebabkan kondisi cuaca dan kontrol lalu lintas udara yang buruk. Beberapa pesawat hilang dalam konflik, termasuk di Lebanon, Georgia, dan Afganistan. Maskapai Aeroflot memensiunkan armada pesawat ini pada 2010. Kini, hanya sekitar 50 pesawat Tu-154 yang masih aktif dalam pelayanan di seluruh dunia. (Sumber: bbc.com)

13.43 waktu Moskow (17.43 WIB): Rusia akan menyelidiki secara menyeluruh segala kemungkinan yang menyebabkan jatuhnya pesawat Tu-154 di Laut Hitam dekat Sochi, kata Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, Minggu (25/12).

"Tragedi mengerikan ini telah merenggut nyawa orang-orang bersemangat yang tengah membawa misi. Di antara mereka yang tewas adalah para wartawan, prajurit, dan musisi dari Ansambel Alexandrov yang terkenal. Mereka terbang ke Suriah dengan misi damai yang sangat mulia," kata Medvedev.

"Tragedi ini akan diselidiki secara menyeluruh, dan semua orang yang terkena dampak tragedi ini akan menerima bantuan yang diperlukan," terang humas Kabinet Menteri, sebagaimana yang dikutip dari Medvedev.

13.41 waktu Moskow (17.41 WIB): Duta Besar AS untuk Rusia John Tefft telah mengungkapkan belasungkawa kepada rakyat Rusia atas kecelakaan pesawat Tu-154 di Laut Hitam dekat Sochi, terang Juru Bicara Kedutaan Besar AS di Moskow Maria Olson dalam sebuah tweet di akun Twitter-nya. "Tefft: Simpati dan doa kami bersama para keluarga penumpang dan awak Tu-154, serta rakyat Rusia," tulis Olson.

13.39 waktu Moskow (17.39 WIB):

13.20 waktu Moskow (17.20 WIB):

13.17 waktu Moskow (17.17 WIB):

13.11 waktu Moskow (17.11 WIB): Narasumber TASS menyebutkan, tujuh jasad korban kecelakaan pesawat Tu-154 ditemukan di dekat Sochi.

13.09 waktu Moskow (17.09 WIB): Kecelakaan pesawat Tu-154 akan diselidiki secara menyeluruh, kata PM Medvedev.

13.02 waktu Moskow (17.02 WIB): Laporan terkini dari RT.com.

Sumber: RT / Youtube

13.01 waktu Moskow (17.01 WIB): Pemerintah setempat sedang mempersiapkan akomodasi dan kelompok dukungan psikologis bagi keluarga korban kecelakaan, terang humas walikota Sochi.

12.59 waktu Moskow (16.59 WIB):

12.55 waktu Moskow (16.55 WIB):

12.53 waktu Moskow (16.53 WIB): Kementerian Pertahanan Rusia merevisi daftar penumpang yang berada di dalam pesawat Tu-154 menjadi 92 orang.

12.52 waktu Moskow (16.52 WIB):

12.50 waktu Moskow (16.50 WIB):

12.42 waktu Moskow (16.42 WIB): Tidak ada penumpang selamat dalam kecelakaan pesawat Tu-154 di dekat Sochi, terang Kementerian Pertahanan Rusia.

12.36 waktu Moskow (16.36 WIB): 

12.29 waktu Moskow (16.29 WIB): Pesawat Tu-154 yang jatuh di lepas pantai Laut Hitam dekat Sochi hari ini, Minggu (25/12), diproduksi lebih dari 30 tahun yang lalu. Pesawat ini menjalani pemeliharaan rutin pada September lalu dan diterbangkan oleh seorang pilot berpengalaman, kata Kementerian Pertahanan Rusia.

"Pesawat Tu-154 milik aviasi militer dan transportasi Kementerian Pertahanan Rusia diterbangkan oleh seorang pilot berpengalaman, Roman Volkov," kata kementerian dalam sebuah pernyataan. Volkov adalah pilot kelas satu yang memiliki lebih dari 3.000 jam terbang.

Pesawat Tu-154 diproduksi pada tahun 1983 dan memiliki 6.689 jam penerbangan. "Perbaikan terakhir dilakukan pada 29 Desember 2014. Pada September 2016, pesawat ini menjalani pemeliharaan rutin," kata kementerian.

12.23 waktu Moskow (16.23 WIB): Daftar terbaru yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan sebanyak 93 orang berada di dalam pesawat Tu-154 yang jatuh.

12.22 waktu Moskow (16.22 WIB):

12.10 waktu Moskow (16.10 WIB): Dr. Liza di Kremlin beberapa waktu lalu.

12.07 waktu Moskow (16.07 WIB): Gleb Glinka, seorang pengacara dan sekaligus suami aktivis kemanusiaan Elizaveta Glinka, mengonfirmasi ke media Snob bahwa istrinya meninggal dalam kecelakaan Tu-154.

11.54 waktu Moskow (15.54 WIB): Presiden Putin memerintahkan PM Medvedev untuk membentuk komisi investigasi atas jatuhnya pesawat Tu-154, terang Kremlin.

11.51 waktu Moskow (15.51 WIB):

11.49 waktu Moskow (15.49 WIB): Pesawat Tu-154 yang jatuh dibuat pada tahun 1983, diperbaiki pada Desember 2014, dan menjalani proses pemeliharaan rutin pada September 2016, terang Kementerian Pertahanan.

11.46 waktu Moskow (15.46 WIB): Hampir seluruh penyanyi panduan suara, kecuali tiga orang, berada di pesawat.

11.41 waktu Moskow (15.41 WIB): Empat jenazah korban kecelakaan jatuhnya pesawat Tu-154 ditemukan di lokasi, kata TASS mengutip keterangan narasumbernya.

11.40 waktu Moskow (15.40 WIB): Video terakhir yang direkam operator audio NTV.

11.32 waktu Moskow (15.32 WIB): Menurut keterangan narasumber, Kemenhan Rusia tak mengenyampingkan kemungkinan aksi teror sebagai penyebab peristiwa ini.

11.30 waktu Moskow (15.30 WIB):

11.28 waktu Moskow (15.28 WIB): "Empat kapal angkatan laut, lima unit helikopter, dan beberapa drone dilibatkan dalam operasi pencarian korban. Pencarian difokuskan pada lokasi (ditemukannya puing-puing pesawat)," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov.

11.24 waktu Moskow (15.24 WIB): Video dari operasi penyelamatan.

11.23 waktu Moskow (15.23 WIB):

11.19 waktu Moskow (15.19 WIB): Video pesawat Tu-154 yang sama lima tahun lalu.

11.15 waktu Moskow (15.15 WIB): Sebuah sumber dari lembaga penegak hukum mengatakan kepada TASS, "Dr. Liza berada di bandara Chkalovsky pada pukul 23.00 kemarin dan mengatakan bahwa ia tengah bersiap-siap untuk berangkat dan akan tiba di Latakia pada pagi hari." Dia mengatakan bahwa Dr. Liza hendak mengunjungi rumah sakit Tishrin di pusat kota Latakia yang terakhir kali ia kunjungi sekitar enam bulan yang lalu.

11.07 waktu Moskow (15.07 WIB): Kementerian Pertahanan Rusia merilis daftar penumpang yang berada di pesawat.

11.05 waktu Moskow (15.05 WIB):

11.00 waktu Moskow (15.00 WIB):

10.58 waktu Moskow (14.58 WIB):

10.52 waktu Moskow (14.52 WIB): Kementerian Pertahanan menyebutkan Dr. Liza diketahui berada dalam daftar penumpang pesawat Tu-154 yang jatuh.

10.50 waktu Moskow (14.50 WIB): Kepala Ansambel Alexandrov Valery Khalilov, diketahui berada dalam daftar penumpang pesawat Tu-154 yang jatuh.

10.38 waktu Moskow (14.38 WIB): Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada para wartawan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan itu. Presiden Vladimir Putin terus memantau perkembangan terbaru peristiwa ini, kata Peskov menambahkan.

10.37 waktu Moskow (14.37 WIB): Kantor berita TASS melaporkan, mengutip sumber badan keamanan, dokumen-dokumen milik wartawan Perviy Kanal telah ditemukan di tempat kejadian.

10.35 waktu Moskow (14.35 WIB):

10.32 waktu Moskow (14.32 WIB):

10.31 waktu Moskow (14.31 WIB): Menurut laporan media, para jurnalis dari saluran televisi Rusia lainnya, NTV, turut berada di antara penumpang pesawat: koresponden Mikhail Luzhetsky, juru kamera Oleg Pestov, dan soundman Evgeny Tolstov.

10.30 waktu Moskow (14.30 WIB): Puing-puing pesawat ditemukan di sejumlah titik di sepanjang pesisir pantai sejauh 1,5 kilometer, dan pada kedalaman 50 – 100 meter, kata seorang narasumber kepada RIA Novosti.

10.29 waktu Moskow (14.29 WIB): Para penyelidik militer dari Komite Investigasi Rusia menyita dokumen dan menginterogasi orang-orang yang mempersiapkan pesawat Tu-154 dari Kementerian Pertahanan untuk penerbangan ke Suriah, kata Juru Bicara Komite Investigasi Rusia Svetlana Petrenko kepada TASS.

"Langkah-langkah mendalam diambil untuk menyelidiki kemungkinan penyebab peristiwa ini. Dokumen-dokumen prapenerbangan telah disita dan para petugas yang bertanggung jawab atas penerbangan. Sementara, para teknisi yang menyiapkan pesawat untuk penerbangan dan mengisi bahan bakar sedang diinterogasi," kata Petrenko.

10.23 waktu Moskow (14.23 WIB): Sebuah komisi dari Kementerian Pertahanan Rusia yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Pavel Popov telah berangkat ke bandara Adler di Laut Hitam segera setelah pesawat militer Tu-154 diketahui mengalami kecelakaan, kata Juru Bicara Kemenhan Rusia Igor Konashenkov.

10.20 waktu Moskow (14.20 WIB):

10.19 waktu Moskow (14.19 WIB): Sumber militer mengonfirmasi nomor badan pesawat, yaitu RA-85572.

10.15 waktu Moskow (14.15 WIB): Kremlin tidak mengetahui apakah Dr. Liza berada di dalam pesawat Tu-154 yang jatuh, kata Peskov.

10.13 waktu Moskow (14.13 WIB): Badan pesawat ditemukan enam kilometer dari pesisir pantai Sochi.

10.11 waktu Moskow (14.11 WIB): Narasumber badan keamanan Rusia meragukan kemungkinan adanya penumpang yang selamat.

10.09 waktu Moskow (14.09 WIB): Ansambel Alexandrov adalah paduan suara resmi angkatan bersenjata Rusia. Kelompok yang juga dikenal sebagai Red Army Choir (Paduan Suara Tentara Merah) ini didirikan tahun 1928 pada era Uni Soviet. Selain paduan suara, sebuah orkestra dan para penari termasuk dalam bagian kelompok ini. Nama kelompok ini diambil dari nama direktur pertamanya, Alexander Vasilyevich Alexandrov, yang menciptakan musik Lagu Kebangsaan Uni Soviet. Ansambel Alexandrov dijadwalkan akan tampil di Pangkalan Udara Rusia, Hmeimim, dekat Latakia, Suriah.

10.07 waktu Moskow (14.07 WIB): Presiden Putin menerima kabar terkait jatuhnya pesawat Tu-154, lengkap dengan berbagai perkembangan terbaru, terang Kremlin.

10.05 waktu Moskow (14.05 WIB): Pesawat itu terbang menuju Provinsi Latakia, Suriah. Pesawat lepas landas dari Moskow dan sempat mendarat di bandara Adler, Sochi, untuk mengisi bahan bakar.

10.01 waktu Moskow (14.01 WIB):

09.55 waktu Moskow (13.55 WIB): Tiga anggota kru film dari saluran televisi Zvezda, beserta seorang koresponden, produser suara, dan operator Perviy Kanal berada di atas pesawat, terang layanan pers saluran televisi itu.

09.40 waktu Moskow (13.40 WIB): Kemenhan Rusia melaporkan, puing-puing badan pesawat Tu-154 telah ditemukan sekitar 1,5 km dari pantai Laut Hitam, Sochi, pada kedalaman hingga 70 meter. (25/12).

"Beberapa pecahan badan pesawat Tu-154 milik Kementerian Pertahanan Rusia telah ditemukan 1,5 km dari pantai Laut Hitam, Sochi, pada kedalaman 50 – 70 meter," terang kementerian.

Kementerian Pertahanan mengatakan, pesawat menghilang dari radar pada pukul 05.40 pagi waktu Moskow (02.40 waktu Greenwich) tak lama setelah lepas landas dari Sochi.

Ada 91 orang dalam pesawat, termasuk delapan orang awak dan 83 orang penumpang.

Di antara mereka adalah para prajurit Rusia yang terbang untuk mengucapkan selamat Tahun Baru kepada Pasukan Kedirgantaraan Rusia di Pangkalan Udara Hmeimim di Suriah, para musisi dari paduan suara tentara terkenal, Ansambel Alexandrov, dan sembilan orang perwakilan dari media massa Rusia.

+
Ikuti kami di Facebook