Kenapa Rusia Tak Segera Mengumumkan Kematian Tentaranya di Suriah?

14 Maret 2017 Nikolay Litovkin, RBTH
Media mengetahui kabar kematian tentara Rusia yang ke-28 di Suriah melalui laman jejaring sosial istrinya.
Syria
Tentara Suriah sedang beroperasi di Aleppo, Suriah. Sumber: RIA Novosti

Berita kematian Artyom Gorbunov, tentara Rusia yang terbunuh dalam operasi militer di Suriah, pertama kali muncul di VKontakte (jejaring sosial seperti Facebook yang populer di Rusia) pada 3 Maret 2017.

Istri Gorbunov menulis surat ke komunitas daring (online) unit militer mendiang suaminya demi menanyakan nomor telepon sang kepala markas brigade.

Segera setelah mengetahui informasi ini, media-media Rusia langsung memberitakannya kepada publik. Namun demikian, kematian Gorbunov tidak dikonfirmasi secara resmi hingga malam hari itu.

Pada Jumat (3/3) malam, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa Gorbunov telah tewas terbunuh di pinggiran kota Palymra (Tadmur) sehari sebelumnya. Sang prajurit tewas ketika detasemen pengintaiannya disergap ISIS. Namun, kenapa kejadian itu tak langsung diumumkan ke publik?

Alasan Kemenhan

Kemenhan Rusia dilarang melaporkan kematian (tentara) ke media sesuai perpres tanggal 28 Mei 2015, yang menyatakan bahwa informasi mengenai kematian pasukan perdamaian merupakan rahasia negara. Kementerian melaporkan seluruh kematian langsung ke kepala negara.

“Namun begitu, kematian seorang tentara akan langsung dikabarkan ke keluarganya, yang mungkin saja akan memublikasikannya di jejaring sosial, baik di halaman akun mereka, atau, seperti kasus informasi kematian Gorbunov, melalui komunitas unit militer masing-masing,” ujar Viktor Murakhovsky, pemimpin redaksi majalah Arsenal Otechestva, kepada RBTH.

Dalam situasi seperti itu, Kemenhan Rusia bisa saja memublikasikan kematian sang tentara asalkan sesuai prosedur formal dan izin dari keluarganya. Namun, hal tersebut memang memakan waktu.

+
Ikuti kami di Facebook