Media: Setelah Sankt Peterburg, Moskow Bisa Jadi Target Teror Selanjutnya

6 April 2017 Oleg Egorov, RBTH
Sejumlah media Rusia melaporkan bahwa serangan di kereta bawah tanah Sankt Peterburg tempo hari diduga dilakukan oleh seorang imigran dari Kyrgyszstan yang sebelumnya bekerja sebagai montir mobil. Tak menutup kemungkinan bahwa kini komplotan teroris menjadikan Moskow sebagai target berikutnya.
SPB_blast

Media Gazeta.ru dengan mengutip informasi dari sumber penegak hukum Rusia menduga kuat serangan tempo hari di Sankt Peterburg yang menewaskan 14 orang adalah aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pemuda asal Kyrgyzstan Akbarjon Djalilov. Media tersebut kini berasumsi bahwa rekan-rekan Djalilov akan menjadikan Moskow sebagai target berikutnya.

Layanan khusus Rusia hingga saat ini belum angkat bicara mengenai informasi tersebut, namun mereka mengonfirmasi versi yang disampaikan oleh perwakilan dari Komite Keamanan Nasional Rusia yang mengungkapkan bahwa tersangka serangan bom di Sankt Peterburg adalah seorang Kyrgysztan berkewarganegaraan Rusia Akbarjon Djalilov yang lahir pada 1995 di kota Osh.

Berimigrasi ke Rusia dengan Ayahnya

Terlepas dari fakta bahwa Djalilov dibesarkan di Kyrgysztan, pada tahun 2011 ia pindah bersama Ayahnya ke Sankt Peterburg setelah memperoleh kewarganegaraan Rusia. Di Sankt Peterburg, ayah dan anak ini bekerja sebagai montir.

Djalilov tidak memiliki catatan kejahatan di kepolisian Kyrgysztan. Menurut surat kabar Fontanka, ia telah menghabiskan enam tahun terakhir di Sankt Peterburg.

Radio "Moskow Bicara" berbincang dengan salah seorang kenalan Djalilov yang sempat bekerja dengannya di sebuah restoran Jepang. Menurutnya, Djalilov tidak terlihat seperti orang yang menganut paham ekstremis dan tidak tampak seperti orang yang religius.

Moksow Ikut Terancam

Gazeta.ru menelusuri kemungkinan bahwa Djalilov menganut paham ekstremis yang berkaitan dengan ISIS. Ada asumsi bahwa rekan-rekan Djalilov menjadikan Moskow sebagai target berikutnya.

Dugaan tersebut didukung oleh fakta bahwa pada akhir Februari lalu, selepas Djalilov terbang mengunjungi orangtuanya di Kyrgysztan, ia kembali ke Rusia melalui Moskow, dan tidak terbang langsung ke Sankt Peterburg. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh Gazeta.ru, saat ini tim penyelidik sedang memeriksa rekan dan keluarga dari terduga pelaku bom Sankt Peterburg tersebut.

+
Ikuti kami di Facebook