Rusia ‘Sengaja Tempatkan’ Misil Iskander di Bawah Satelit AS

Para pakar Rusia menganggap penempatan Iskander sebagai respons logis atas penempatan sistem pertahanan misil dan udara NATO di Polandia.
Iskander-M missile system
Sistem rudal Iskander-M (kanan) selama pameran mesin militer di medan pelatihan Alabino yang diselenggarakan sebagai bagian dari forum teknis militer internasional ARMY 2016. Sumber: Evgeny Biyatov/RIA Novosti

Dalam pertemuan di Brussel pada 26 – 27 Oktober mendatang, para menteri pertahanan dari negara-negara anggota NATO akan mendiskusikan situasi terkait laporan bahwa Rusia telah menempatkan sistem misil Iskander-M di wilayah paling timurnya, Kaliningrad Oblast, demikian dilaporkan kantor berita RIA Novosti, mengutip seorang narasumber diplomatik di Brussel. Menurut sang narasumber, para menteri juga akan membicarakan aksi Rusia di Suriah.

Pada 7 Oktober lalu, surat kabar The Guardian, mengutip pejabat Estonia, melaporkan bahwa Rusia telah mengirim sistem misil balistik jarak pendek ke perbatasan Polandia dan Lituania.

Kementerian Pertahanan Rusia menjawab bahwa Rusia tak pernah berusaha menyembunyikan pengiriman sistem misil menggunakan kapal kargo curah Ambal.

“Sebelum diangkut ke Ambal, satu Iskander sengaja ditempatkan di bawah satelit pengintai AS yang sedang lewat,” kata Juru Bicara Kementerian Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk ‘mengklarifikasi parameter operasional satelit Amerika’. Ia melanjutkan, “Kami tak perlu menunggu waktu lama — dengan semangat mereka untuk mengekspos informasi, mitra Amerika kami sendiri yang mengonfirmasi segalanya pada kami.”

Konashenkov menegaskan bahwa Iskander adalah sistem misil bergerak. Sepanjang tahun, Pasukan misil Rusia berupaya meningkatkan pelatihan konvoi mereka, menjangkau jarak yang cukup jauh sepanjang wilayah Rusia — lewat udara, laut, dan di bawah kekuatan mereka sendiri — sebagai bagian dari rencana latihan tempur.

Iskander-M

Sistem taktis Iskander-M dibangun untuk menghancurkan target musuh pada jarak hingga 500 kilometer. Rudal ini terbang di sepanjang lintasan yang dimodifikasi dengan muatan yang besar yang memungkinkan rudal untuk mengatasi sistem pertahanan rudal musuh.

Waktu yang dibutuhkan untuk persiapan peluncuran adalah 4 hingga 16 menit. Kompleks ini dapat beroperasi pada temperatur mulai dari minus 50 derajat hingga 50 derajat Celcius.

Respons Atas Misil Balistik di Eropa Timur

Untuk pertama kali, Pasukan Rudal dan Staf Artileri mulai mempertimbangkan kemungkinan menempatkan sistem Iskander di Kaliningrad Oblast pada 2008 lalu, setelah Barat memutuskan untuk menempatkan sistem pertahanan misil di Polandia dan Republik Ceko, terang seorang narasumber senior pada stafnya.

Menurutnya, kala itu Rusia sudah mempertimbangkan opsi untuk menempatkan brigade misil Iskander di Kaliningrad Oblast, baik lewat darat maupun laut.

“Terkait penempatan terbaru, perhatian diarahkan pada komponen taktis serta semua isu yang berhubungan dengan dukungan layanan.”

“Penting bagi kami untuk mendapat jawaban atas pertanyaan berikut: bagaimana, dalam kondisi apa, dan seberapa mampu pasukan rudal kami melakukan sejumlah misi tempur? Dalam kasus ini, penempatan brigade misil diproyeksikan di wilayah yang praktis merupakan perbatasan paling barat Rusia (Kaliningrad Oblast) untuk memaksimalkan penggunaan jangkauan efektif sistem misil balistik taktis Iskander,” terang sang narasumber.

Ia menambahkan, saat ini hanya ada dua brigade misil yang belum mendapat sistem Iskander.

Ini merupakan langkah yang sangat memadai sebagai respons atas penempatan sistem misil dan pertahanan udara di Polandia, terang mantan Kepala Staf Distrik Militer Leningrad Kolonel Jenderal Sergei Kizyun.

“Terkait karakteristik Kaliningrad Oblast, terdapat cukup jarak untuk menempatkan brigade misil di sana, dan untuk melakukan manuver — jika diperlukan. Sebagai tambahan, wilayah tersebut memiliki cukup banyak hutan, sehingga tentara bisa dengan mudah bersembunyi dari perangkat pengintai musuh potensial. Selain itu, area Rusia ini mengarah ke Laut Baltik dan banyak misi penembakan di wilayah yang bisa dilakukan bahkan tanpa melibatkan armada, misalnya dengan senjata pesisir,” terang Kizyun.

Lintasan Rudal yang Tak Bisa Diprediksi

Sistem misil balistik jarak pendek Iskander-M dirancang oleh Perusahaan Riset dan Industri Biro Desain Pembangunan mesin, dan bergabung dengan militer Rusia sejak 2006.

Menurut perancangnya, sistem ini memiliki jangkauan 500 km (dalam versi ekspor hanya 280 km). Misil aerobalistik Iskander-M dikendalikan sepanjang peluncuran mereka, sehingga lintasan mereka tak bisa diprediksi dan lebih sulit untuk mencegatnya.

Selain itu, Iskander bisa menggunakan rudal jelajah berpresisi tinggi R-500. 

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia oleh Gazeta.ru.

 
+
Ikuti kami di Facebook