‘Beruang’ Rusia Bergabung dengan Militer

Rusia sering kali diasosiasikan dengan beruang. Tak heran, di Indonesia, Rusia dijuluki sebagai “Negeri Beruang Merah”. Namun, apa jadinya jika beruang masuk militer? Di Rusia, hal ini bisa terjadi walau — tentu saja — “beruang” yang satu ini bukan beruang biasa.
btr medved
Kendaraan lapis baja terbaru Medved. Sumber: Vitaly V. Kuzmin

Forum Militer Internasional Army 2016, yang merupakan salah satu pameran senjata terbesar di dunia dan digelar di pinggiran Moskow, berakhir pada 11 September lalu. Selain tank dan pesawat tempur umum, delegasi Rusia mengejutkan para tamu dengan sebuah tipe senjata baru: kendaraan lapis baja generasi terbaru Medved (medved berarti beruang dalam bahasa Rusia).

Dipamerkan di stan Voenno-Promyshlennaya Kompaniya, kendaraan ini tak diberi nama demikian karena kebetulan belaka. Para pengunjung terpesona dengan proporsi kendaraan ini dari jauh. Ia memiliki panjang hampir enam meter dan lebar dua meter. Siluet kendaraan lapis baja ini dapat dengan mudah dikenali: tingginya hampir tiga kali lipat dibanding mobil ringan biasa. Bobotnya 12 ton — sebanding dengan tank ringan. ‘Beruang’ bisa mengangkut delapan orang kru, tak termasuk pengemudi. Mereka akan terlindungi oleh lapis baja yang sangat tangguh.

Penekanan pada Lapis Baja

Perancang ‘Beruang’ memberi perhatian khusus pada lapis bajanya. Hal ini didasari oleh sebuah keputusan kontemporer yang penting: sejumlah kecil udara dibiarkan berada di antara dua lapis baja, yang mengurangi kekuatan peluru penembus lapis baja. Selain itu, terdapat kemungkinan untuk memperkuat lapis baja kendaraan ini di masa depan. Karena itulah, ‘Beruang’ praktis menjadi salah satu kendaraan lapis baja yang paling kuat menangkis peluru di dunia saat ini. Dalam sebuah uji coba, slot kaca dan pintu bahkan tetap tak tertembus.

Kendaraan lapis baja terbaru Medved. Sumber: Vitaly V. KuzminKendaraan lapis baja terbaru Medved. Sumber: Vitaly V. Kuzmin

Persenjataan ‘Beruang’ secara praktis membuatnya menjadi kendaraan lapis baja universal. Pada dasarnya, ia tak punya senjata stasioner. Beragam jenis senjata bisa dipasang pada platform bergeraknya, mulai dari senapan mesin berkaliber campuran hingga rudal jelajah antitank — tergantung situasi. Pada akhirnya, kendaraan ini bukan sepenuhnya teknologi baru milik tentara atau polisi, melainkan sebuah kendaraan yang bisa digunakan di hampir semua kondisi tempur.

Pelajaran dari Perang Chechen

Kebutuhan untuk membuat kendaraan lapis baja generasi baru muncul setelah hasil pertempuran di titik panas, khususnya di Kaukasus Utara. Kendaraan lapis baja lama dengan mudah dihancurkan oleh granat dan memiliki senjata yang sangat lemah.

Hasilnya, tank-tank tersebut harus menampilkan fungsi mereka di pertempuran, sesuatu yang sangat tak praktis dan berisiko. Gagalnya penggunaan tank dalam serangan di Grozny, Chechnya, pada 1994, di antara hal-hal lain, membuktikan bahwa Rusia butuh mengembangkan kendaraan lapis baja baru.

Kendaraan lapis baja terbaru Medved. Sumber: Vitaly V. KuzminKendaraan lapis baja terbaru Medved. Sumber: Vitaly V. Kuzmin

Ketika ‘Beruang’ dirancang, para penciptanya fokus pada bagaimana melindungi kendaraan ini dari granat. Bentuk khusus di bagian bawah serta adanya lapis baja tambahan membuat kendaraan ini bisa mengatasi ledakan bahkan dari granat yang paling kuat sekalipun. Pada uji coba di Kementerian Pertahanan Rusia, sebuah bom berbobot tujuh kilogram TNT diledakkan di bawah roda kendaraan. Struktur ‘Beruang’ tetap tak berubah akibat ledakan dan dijamin bahwa kru yang ada di dalam selamat.

Namun, bukan itu saja. ‘Beruang’ ini juga dilengkapi dengan instrumen khusus yang dapat melumpuhkan perangkat peledak yang dikendalikan oleh radio, begitu pula sistem layar asap. Sehingga, kendaraan ini merupakan sebuah tipe modul yang dapat melindungi semua kendaraan di sekitarnya.

Prospek Penggunaan

Namun demikian, pihak pengembang menyadari bahwa lapis baja ‘Beruang’, dengan segala keunggulannya, masih tak cukup tangguh untuk turun ke pertempuran skala penuh. Perlindungan dari granat atau senjata penembus baja tak menjamin perlindungan dari peluncur granat. Lapis baja tambahan dibutuhkan untuk mengatasi kekurangan ini. Hal itulah yang sedang dilakukan produsen kendaraan, Pabrik Konstruksi Mesin Arzamassky.

Namun, kekurangan yang membatasi penggunaan ‘Beruang’ di medan tempur tak memengaruhi penggunaan kendaraan untuk lingkup lain. Kementerian Dalam Negeri Rusia dan Garda Nasional yang dibentuk baru-baru ini menunjukkan ketertarikan khusus pada kendaraan lapis baja ini. Suatu hari nanti, operasi antiteroris mungkin membutuhkan karakter teknis yang dimiliki oleh ‘Beruang’. Selain itu, peluang ekspor juga terbuka. Dalam Pameran Army 2016, delegasi kementerian pertahanan dari berbagai negara, termasuk Argentina dan Nigeria, menunjukkan ketertarikan pada kendaraan lapis baja Rusia.

+
Ikuti kami di Facebook