Tiga Tahun Rusia Mengembargo Produk Barat, Apa Dampaknya?

8 Agustus 2017 Kira Kalinina
Sanksi dari Barat mungkin berdampak negatif, tapi di satu sisi memaksa Rusia untuk mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
wheat
Karena program subsidi pemerintah untuk pertanian, investasi di bisnis rumah kaca semakin populer di kalangan pebisnis unggul, perusahaan pertanian, dan bahkan elite politik Rusia. Sumber: Reuters

Tiga tahun yang lalu, Rusia mengembargo produk impor dari Uni Eropa, AS, Australia, dan beberapa negara lainnya sebagai respons terhadap sanksi dari Barat. Pengiriman daging, babi, ayam, ikan, keju, susu, buah, dan sayuran, semuanya dilarang. Beberapa saat telah berlalu, tapi siapa yang untung dan rugi dari embargo yang sedang berlaku?

Harga yang Tinggi

Sanksi telah meningkatkan harga makanan di Rusia dan bahkan menyebabkan inflasi. Alasan inflasi ini tentu saja devaluasi rubel pada Desember 2014, yang berbanding terbalik dengan harga produk lokal yang naik — seperti yang ditunjukkan oleh BBC biro Rusia. Jadi, pada dasarnya, belanja semakin mahal untuk masyarakat.

Sumber: Vladimir Astapkovich/RIA NovostiSumber: Vladimir Astapkovich/RIA Novosti

Menurut para jurnalis, sekeranjang makanan yang dibeli dari supermarket saat ini 69 persen lebih mahal dibanding Agustus 2014. Menurut Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia, rata-rata harga meningkat 32 persen sejak Agustus 2014.

“Efek negatif embargo adalah berkurangnya pemasukan untuk negara, karena sebagian pengeluaran masyarakat habis untuk makanan, sehingga pengeluaran untuk barang dan jasa lain berkurang drastis,” ujar Daniil Kirikov, managing partner (sekutu pengurus) di konsultan manajemen bisnis Kirikov Group.

Lemari Kosong

Pelarangan itu membatasi pilihan produk di pasar domestik. Buah dan sayuran dari Eropa diganti oleh produk dari Turki, Mesir, Maroko, dan negara-negara Timur Tengah. Makanan berkualitas tinggi dari Eropa — seperti keju — diganti dengan produk buatan Rusia dan Belarus, yang kualitasnya di bawah standard (meski produk buatan Rusia kualitasnya semakin membaik).

Keju yang dijajakan di sebuah pusat perbelanjaan di Moskow. Sumber: Getty ImagesKeju yang dijajakan di sebuah pusat perbelanjaan di Moskow. Sumber: Getty Images

“Saat ini, dapat dibilang embargo makanan berkontribusi terhadap semakin populernya produk Rusia, namun berkurangnya pendapatan masyarakat memperlambat hal ini,” kata Artem Deyev, kepala analis di agen finansial AMarkets.

Kebangkitan Pertanian Kecil

Pemerintah Rusia menggunakan embargo sebagai langkah proteksi produsen lokal, yang mendorong bisnis pertanian kecil di Rusia, bersamaan dengan program pinjaman murah dari pemerintah (hingga 15 juta rubel atau 3,3 miliar rupiah) untuk petani pemula yang diluncurkan pada 2012. Menurut Rosselkhozbank, yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Rusia, pada 2016 usaha pertanian kecil dan menengah diberikan lebih dari 9.200 kali peminjaman dengan nilai total 191,5 miliar rubel. Ini lebih banyak dari jumlah pada 2015, yaitu 183,7 miliar rubel.

Peternakan sapi Kladovaya Solntsa di Krasnodar. Sumber: Vitaliy Timkiv/TASSPeternakan sapi Kladovaya Solntsa di Krasnodar. Sumber: Vitaliy Timkiv/TASS

“Sekarang penting bagi produsen pertanian untuk melunasi utangnya, menghasilkan profit, dan memproduksi barang baru tanpa kehilangan pasarnya, tapi jangka waktu embargo harus dibatasi, berdasarkan kebijakan kalkulasi harga, data finansial, dan situasi ekonomi,” kata Peter Pushkarev, kepala analis di perusahaan layanan investasi dan pasar valuta asing TeleTrade.

Pertumbuhan Bisnis Rumah Kaca

Berkat sanksi dan program subsidi pemerintah untuk pertanian Rusia, investasi di bisnis rumah kaca semakin populer di kalangan pebisnis unggul, perusahaan pertanian, dan bahkan elite politik Rusia.

Anak dari milyuner Roman Abramovich (kekayaan 7,6 miliar dolar AS), Arkady, memutuskan untuk menanam tomat dan mentimun di Belgorod, daerah yang berbatasan dengan Ukraina (724 kilometer di selatan Moskow). Pada akhir 2015, ia mendirikan perusahaan bernama Greenhouse, dengan spesialisasi di pertanian sayuran. Igor, anak laki-laki termuda dari dari Jaksa Agung Rusia Yury Chaika, juga memutuskan untuk berinvestasi di sektor pertanian. Pada Maret 2016, ia mendirikan perusahaan Agro-Region yang juga dengan spesialisasi pertanian sayuran.

Menurut Kementerian Pertanian Rusia, hasil panen tomat dan mentimun yang ditumbuhkan di rumah-rumah kaca Rusia adalah 570 ton pada Juli 2017, meningkat 19,8 persen dibanding periode yang sama setahun sebelumnya.

+
Ikuti kami di Facebook