Rusia Hendak Tawarkan Indonesia Program Pengawasan Kesehatan Hewan Ternak

Dalam upaya memperluas kerja sama dengan Indonesia, Badan Pengawas Kesehatan Produk Hewani dan Pertanian Rusia (Rosselkhoznadzor) berpartisipasi dalam pameran internasional industri peternakan di Surabaya untuk memperkenalkan teknologi dan pengalaman mereka di bidang pengawasan kesehatan hewan ternak.
Russia would like to export poultry products to India. Source: Yakov Andreev / RIA Novosti
Badan Federal untuk Kesehatan Hewan, yang merupakan bagian dari Badan Pengawas Kesehatan Produk Hewani dan Pertanian Rusia (Rosselkhoznadzor), telah mengembangkan 150 vaksin hewan ternak, terutama vaksin flu burung Sumber: Yakov Andreev / RIA Novosti

Rusia hendak menawarkan vaksin dan program pengawasan kesehatan hewan ternak pada Indonesia. Demikian hal itu diutarakan Direktur Badan Federal untuk Kesehatan Hewan Dmitry Lozovoy kepada RBTH Indonesia saat ditemui di Kantor Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Jakarta, Rabu (17/5).

“Memang ada cukup banyak saingan di pasar ini. Namun, kami punya keunggulan. Kami tidak hanya menjual vaksin, tapi juga memberikan desain program yang mencakup cara mengawasi kesehatan hewan ternak. Kami bahkan akan melatih para ahli dari negara-negara yang bekerja sama dengan kami dan berbagi wawasan seputar manfaat vaksin-vaksin yang kami produksi,” kata Lozovoy yang baru pertama kali ke Indonesia. 

Lozovoy mengatakan, saat ini lembaganya telah mengembangkan 150 vaksin hewan ternak, terutama vaksin flu burung. “Dua dari tiga vaksin yang kami produksi dibuat untuk diekspor. Namun, kami pun tak hanya memasok vaksin, tapi juga bekerja sama dengan badan-badan karantina negara lain untuk mendesain program pengawasan atau perlindungan hewan ternak,” katanya menjelaskan

Lozovoy dan delegasi Rusia lainnya tiba di Jakarta untuk kemudian bertolak ke Surabaya demi berpartisipasi dalam pameran internasional industri peternakan Indo Livestock 2017 Expo and Forum. Pameran yang menyajikan aneka peralatan ternak, inovasi kesehatan hewan, produk pakan, dan inovasi-inovasi terbaru di bidang peternakan itu diikuti oleh sekiar 300 perusahaan dari 30 negara.

Meskipun baru pertama kali berpartisipasi pada pameran peternakan di Indonesia, Lozovoy mengaku optimistis dengan peluang kerja sama antara kedua negara. Menurutnya, lembaganya memiliki kredibilitas dan pengalaman dalam memproduksi vaksin untuk melawan penyakit hewan ternak. “Karena itu, kami mau memperkenalkan teknologi dan pengalaman kami yang cukup lama ke pasar Indonesia. Salah satunya dengan mengikuti pameran di Surabaya ini,” ujar Lozovoy.

“Indonesia memang kawasan baru bagi kami. Namun di Asia, kami sudah bekerja sama dengan Korea Selatan dan Taiwan. Ini memang pertama kali kami datang ke Indonesia, dan kami merupakan satu-satunya perwakilan dari Rusia,” ujar Lozovoy, seraya menyatakan harapannya agar hubungan kerja sama dengan Indonesia dapat semakin berkembang.

Indo Livestock 2017 Expo and Forum digelar selama tiga hari mulai 17 – 19 Mei 2017 di Grand City Convex Surabaya. Sebelumnya, Surabaya telah dua kali menjadi tuan rumah pameran internasional ini, yaitu pada 2011 dan 2015. 

+
Ikuti kami di Facebook