Rusia-Indonesia Sepakat Kerja Sama Perangi ISIS

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi di Jakarta, Rabu (9/8). Beberapa hal menjadi pokok bahasan dalam pertemuan tersebut, seperti kerja sama antiterorisme dan ekonomi.
Retno and Lavrov
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Sekjen ASEAN Le Luong Minh, dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov seusai peresmian kantor Perwakilan Diplomatik Rusia untuk ASEAN di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (9/8). Sumber: Fauzan Al-Rasyid/RBTH Indonesia

Rusia dan Indonesia telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama untuk memberantas kelompok teroris ISIS yang anggotanya sudah banyak tersebar di sekitar wilayah kedua negara saat ini, ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

“Ancaman ISIS belum lenyap. Anggota-anggotanya telah menyebar ke seluruh dunia, termasuk di daerah-daerah yang dekat dengan perbatasan Rusia dan Indonesia. Karena itu, kami sepakat meningkatkan kerja sama untuk memberikan perhatian khusus dalam upaya memerangi momok ini,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Rabu (9/8), seperti yang diberitakan Merdeka.com.

“Penyelesaian itu bisa melalui dialog politik, negosiasi dan pembahasan kompromi, seraya menegaskan bahwa campur tangan asing tidak dapat diterima,” lanjutnya. Lavrov pun menjelaskan bahwa kerja sama antara Rusia dan Indonesia akan selalu ditingkatkan tidak hanya di tingkat bilateral, tetapi juga pada platform Rusia-ASEAN. 

Di Kemenlu RI, Lavrov mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi. Ada beberapa hal yang menjadi pokok bahasan dalam pertemuan tersebut. Selain membahas kerja sama di bidang ekonomi, kedua negara pun sepakat untuk meningkatkan kerja sama menyelesaikan masalah regional dan global.

“Kami membenarkan bahwa negara kita memiliki posisi yang sama atau mendekati khususnya dalam menyelesaikan masalah regional dan global. Seperti Indonesia, kami juga percaya bahwa setiap konflik dan krisis harus diselesaikan sesuai dengan hukum internasional dan prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” kata Lavrov.

+
Ikuti kami di Facebook