Bagaimana Kaitan Rusia dengan Pemecatan Direktur FBI James Comey?

16 Mei 2017 Nikolai Shevchenko, RBTH
Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memecat Direktur Badan Federal Investigasi AS (FBI) James Comey membuat Rusia kembali menjadi tokoh utama di berita-berita. RBTH menjelaskan bagaimana hbuungan Moskow dengan pemecatan yang menggoyahkan politik AS itu.
FBI Director James Comey
Direktur FBI James Comey. Sumber: Reuters

Apakah Rusia memengaruhi keputusan Trump untuk memecat Comey?

Ya, secara tidak langsung. James Comey memimpin biro yang bertanggung jawab terhadap investigasi mengenai kaitan antara orang-orang di balik Presiden AS Donald Trump dengan Moskow. Rumor mengenai hubungan erat dengan Moskow ini telah menyebabkan masalah untuk pemerintahan Trump yang baru dibentuk, di mana sang presiden harus menyingkirkan Michael Flynn dari posisi Penasihat Keamanan Nasional dan membela Jaksa Agung Jeff Sessions atas tuduhan serupa.

Trump dilaporkan khawatir dugaan hubungan dengan Rusia ini dapat menodai namanya, dan investigasi FBI tidak membuat semuanya lebih baik. Beberapa percaya Trump bisa saja memecat Comey untuk menunda investigasi, sementara yang lain menganggap pemecatan tidak akan terjadi karena investigasinya pun tidak akan berjalan. Singkatnya, tidak jelas apakah Trump benar memecat Comey karena investigasi ini, namun ada kemungkinan bahwa Rusia setidaknya merupakan salah satu alasan mengapa Comey dipecat. Seperti dikatakan seorang sumber yang tahu mengenai pendapat karyawan FBI terhadap kasus ini kepada RBTH: “Pemecatan Comey terjadi karena Rusia. Tidak diragukan lagi.”

Pemrotes berunjuk rasa terhadap pemecatan Direktur Biro Federal Investigasi AS (FBI) James Comey di luar Gedung Putih di Washington, AS pada 10 Mei 2017. Sumber: ReutersPemrotes berunjuk rasa terhadap pemecatan Direktur Biro Federal Investigasi AS (FBI) James Comey di luar Gedung Putih di Washington, AS pada 10 Mei 2017. Sumber: Reuters

Apakah Rusia ikut campur hingga pemecatan terjadi?

Ya, sebagian. Cerita tentang alasan utama dibalik pemecatan sang Direktur FBI bervariasi, tapi setiap informasi yang tersebar di luar sana mengacu pada kampanye pilpres AS 2016 yang diwarnai oleh dua skandal berbeda: Hillary Clinton yang menggunakan peladen (server) pribadinya saat menjabat sebagai Menlu AS dan dugaan hubungan kampanye Trump dengan Rusia.

Di sinilah di mana Comey dan FBI ambil peran. Pada tanggal 28 Oktober tahun lalu, Comey menggemparkan kampanye pilpres dengan mengumumkan bahwa ia kembali menginvestigasi surel Clinton. Secara praktis semua orang menganggap pemilihan waktu untuk pengumuman itu tidak tepat. Seperti yang Comey ucapkan kemudian, “Saya agak mual saat tahu bahwa kami (FBI) memberikan pengaruh untuk pemilihan ini.”

Dengan segala rintangan yang dihadapi, Trump pun menang, namun hari-hari pertamanya di Gedung Putih disulitkan dengan skandal dugaan intervensi Rusia di pilpres bulan November. Tiga bulan setelah pengukuhan Trump, Comey mengumumkan bahwa FBI sedang menyelidiki dugaan kaitan tim kampanye Trump dengan Rusia.

Dugaan bahwa Rusia merangkai strategi untuk menjatuhkan Clinton dan memenangkan Trump telah menjadi hal yang terus-menerus dibicarakan sehingga berujung pada pemecatan Comey. Untuk saat ini, tidak ada yang tahu apakah dugaan ini benar-benar berbasis fakta. 

Apa kata Rusia tentang pemecatan Comey?

Rusia menyangkal ia memiliki kaitan dengan pemecatan itu. Adalah hal yang tidak mungkin bila orang nomor satu di diplomasi Rusia, Menlu Sergei Lavrov, benar-benar kaget ketika seorang wartawan di Washington memberitahunya bahwa sang Direktur FBI telah dipecat, tapi Lavrov sekali lagi menunjukkan kepiawaiannya dalam menanggapi media Amerika ketika ia mengelak dari pertanyaan terkait Comey.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga menanggapi pertanyaan serupa dengan dingin tidak lama sebelum pembukaan pertandingan Liga Hoki Malam di Sochi. “Kami tidak ada urusan di situ. Presiden Trump bertindak sesuai undang-undang dan konstitusi negaranya,” ujar Putin, dengan raut muka bahagia (entah karena pertandingan itu atau karena kurangnya bukti sangkut paut Rusia di Gedung Putih).

“Hal terbaik yang Rusia dapat lakukan di situasi ini adalah tidak berkomentar, dan menghindari persepsi bahwa ia mengintervensi urusan dalam negeri AS,” ujar Maxim Suchkov, pakar di Dewan Hubungan Internasional Rusia dan editor bidang Rusia-Timur Tengah untuk situs web berita AS Al-Monitor.

Apakah pemecatan itu akan berdampak pada hubungan Rusia-AS?

Tergantung. Seorang Direktur FBI tidak punya banyak andil dengan bagaimana Washington berurusan dengan Moskow. “James Comey bukanlah arsitek hubungan Rusia-AS, juga bukan arsitek kebijakan luar negeri AS. Inilah mengapa pergantian Direktur FBI tidak akan memengaruhi hubungan Rusia-AS,” ujar Ivan Timofeev, direktur program di Klub Diskusi Valdai.

Di saat yang bersamaan, pemecatan itu telah memicu banyak desas-desus di media dan menciptakan kesan bahwa ada sesuatu di dalam penyelidikan FBI tentang keterkaitan Rusia. “Putaran baru dugaan ‘pengaruh Rusia’ muncul dan dapat merusak inisiatif penting (antara kedua negara), termasuk yang di Suriah, yang baru saja dimulai,” ujar Suchkov.

Apakah ‘koneksi Rusia’ akan muncul lagi?

Ya, tentu saja. Meski ada kekhawatiran bahwa Trump akan sekali lagi merusak investigasi menggemparkan FBI dengan memecat direkturnya, ia tidak akan melakukannya. Sementara pemecatan ini mengagetkan beberapa orang Partai Republik di Kongres AS, orang-orang Partai Demokrat meminta tim khusus atau tim investigasi independen yang dipimpin oleh komite-komite di kongres untuk menyelidiki kasus itu. Bagaimana pun juga, FBI tetap akan menjalankan investigasinya, namun dengan pengawasan lebih ketat dari kongres. Selain itu dengan nama Rusia selalu disebut-sebut di media AS saat ini, tampaknya mustahil bagi kisah ‘koneksi Rusia’ ini untuk hilang dalam waktu dekat.

+
Ikuti kami di Facebook